PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Pandeglang, tengah melakukan pengajuan merevitalisasi Pasar Badak Pandeglang.
Kepala DKUPP Pandeglang, Bunbun Buntaran mengungkapkan, pengajuan revitalisasi dilakukan, karena saat ini kondisi bangunan pasar dinilai sangat memprihatinkan dan sudah tua.
Maka dari itu lanjut dia, perlu direvitalisasi secara total agar pasar menjadi lebih modern, bersih, dan nyaman.
"Kalau kami lihat, kondisinya sekarang sudah banyak yang bocor, lembab, dan memang perlu direvitalisasi,” ungkapnya, Senin 20 April 2026.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim, sebut Pesantren Berperan Wujudkan Indonesia Emas 2045
Ia menjelaskan bahwa Pasar Badak Pandeglang dibangun sejak awal tahun 2000-an, dan kini telah berusia sekitar 26 tahun.
"Jadi, kondisinya sekarang ini sudah memprihatinkan, terutama bangunan kios-kios yang di dalam pasar," katanya.
Menurutnya, pengajuan revitalisasi ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Pihaknya pun mengajukan sebanyak tiga pasar, yakni Pasar Picung, Pasar Bojong, dan Pasar Badak Pandeglang.
"Namun, dari tiga pasar itu yang direspon pihak Kementrian yaitu Pasar Badak," ujarnya.
“Alhamdulillah, ada lampu hijau untuk Pasar Badak. Kami sudah lengkapi proposal dengan DED (Detail Engineering Design), FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan, serta dokumentasi kondisi pasar,” sambungnya.
Bunbun mengatakan, konsep revitalisasi yang diusulkan adalah pasar modern yang tetap mengedepankan sisi humanis. Pasar tersebut diharapkan menjadi pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin konsep pasar yang humanis, pasar Pancasila, bersih dan sehat. Itu yang kita harapkan ke depan,” tuturnya.
Tak hanya itu, Pasar Badak Pandeglang juga akan diarahkan menjadi percontohan pasar digital di Pandeglang. Nantinya lanjut dia, para pedagang akan diedukasi untuk mulai menggunakan sistem transaksi non-tunai hingga pemasaran secara online.
“Ke depan kami dorong ada digitalisasi, bisa pakai QRIS. Pedagang juga kami edukasi agar tidak hanya menunggu pembeli, tapi bisa jualan secara online,” jelasnya.
Dalam prosesnya, DKUPP juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana revitalisasi tersebut. Hal ini dilakukan agar pedagang memahami kondisi pasar saat ini dan pentingnya pembangunan ulang.
“Kami sudah mulai sosialisasi, hari ini juga ada sekitar 30 perwakilan pedagang yang kami undang agar mereka paham kenapa pasar ini harus direvitalisasi,” bebernya.
Terkait relokasi pedagang, pemerintah menyiapkan beberapa opsi lokasi sementara bagi pedagang, di antaranya di sekitar Terminal Kadubanen, Terminal Labuan, hingga Pasar Timur.
“Kami tawarkan beberapa lokasi relokasi, nanti disesuaikan dengan kapasitas yang ada,” ucapnya.
Untuk sumber anggaran, Bunbun menyebut proyek revitalisasi kemungkinan akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengingat kebutuhan biaya yang cukup besar.
“Kemungkinan anggaran di atas Rp 50 miliar, karena konsepnya bisa sampai empat lantai dengan kapasitas sekitar 700 sampai 800 kios,” ujarnya. (fat)
