Oleh :Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Ada pepatah bijak mengatakan: Masa lalumu adalah milikmu, masa laluku adalah milikku, masa sekarang dan masa depan adalah milik kita bersama.
Pepatah ini mengajarkan agar kita jangan terus menerus mengungkit – ungkit masa lalu, terlebih soal aib. Ingat, orang itu tidak selamanya buruk, suatu saat akan berubah. Bahkan, akan menjadi lebih baik dari yang selama ini terbaik.
“Itu kalau yang mau berubah, kalau nggak mau berubah, gimana?,” tanya bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bung Yudi.
“Ya harus punya komitmen, apakah selamanya orang akan menjadi jelek dan buruk. Sepertinya tak ada seorang pun ingin tak ingin menjadi yang terburuk, baik fisiknya maupun hatinya,” ujar Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Kolaborasi untuk Kebaikan, Bukan Keburukan
“Menjadi orang baik adalah harapan semua orang. Baik segalanya, ucapan dan perbuatan, kepribadiannya, baik kehidupannya, penghasilannya, baik pula status sosial ekonominya,” urai mas Bro.
“Kembali ke soal masa lalu seseorang, bagaimana sikap kita?,”tanya Yudi.
“Menurut aku sih lupakan masa lalu, baik hitam, putih maupun abu – abu itu masa lalunya. Tak perlu diungkit karena akan menjadi ganjalan untuk menata masa depan,” jelas mas Bro.
“Lagi pula, setiap masing – masing punya masa lalu. Apakah masa lalu kamu sudah bersih tanpa setitik noda, sehingga punya keberanian mengutak- atik masa lalu seseorang,” kata Heri.
