“Jangan menganggap diri kalian bersih, sementara orang semaunya jelek. Yang bersih bisa berubah jelek, yang jelek bisa berubah menjadi putih bersih. Waktu akan mengungkapnya kemudian,” kata mas Bro.
“Jadi intinya kita lupakan masa lalu, mari kita bangun masa depan, karena masa depan milik kita bersama,” kata Yudi
“Meski dulu kita berseberangan jalan, beda pilihan, beda aspirasi politik, jangan lantas dijadikan alasan ogah membangun kebersamaan. Ingat mengantisipasi ketidakpastian, menghadapi beragamn tantangan dan hambatan, kita harus kompak,” ujar Heri.
“Bukanlah pepatah mengatakan ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Maknanya bersama , kompak akan lebih baik, ketimbang jalan sendiri–sendiri,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Korupsi Lagi, Korupsi Lagi
“Yang terpenting lagi kerja bersama harus dilandasi ketulusan dan kejujuran dan tanpa curiga,” kata Heri.
“Jika kebersamaan yang dibangun masih melihat latar belakang kepentingan, niscaya kebersamaan yang terbangun hanya di tataran kebijakan. Bisa disebut bersama, kerja bersama , tetapi tanpa kebersamaan. Ini terjadi karena di dalamnya masih ada rasa saling curiga,” urai mas Bro
“Betul Bro. Tak elok, sudah bersama masih saling curiga,” ujar Yudi mengakhiri obrolan warteg hari ini.
