Oleh: Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto terkejut satu BUMN memiliki anak, cucu, hingga cicit perusahaan hingga ratusan saat acara peringatan HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pekan lalu.
“BUMN mana tuh, boleh bocorannya dong,” kata Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan Yudi.
“Enggak usah disebut sudah ramai diberitakan kok,” ucap Yudi.
“Rata-rata BUMN punya anak perusahaan, tujuannya sebagai pegembangan usaha dari hulur hingga hilir terkait pengamanan dan penyelamatan bisnis BUMN itu sendiri,” urai mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Terasa Aneh, Tapi Nyata Adanya
“Kalau jumlahnya sampai ratusan, apakah tidak berlebihan? Berapa jumlah karyawannya? Cukup beralasan jika disebut tidak hanya punya anak perusahaan, tetapi punya cucu dan cicit perusahaan,” tutur Heri.
“Banyak perusahaan berarti usahanya maju dan berkembang dong. Kan mengelola perusahaan tidaklah gampang, kalau rugi gimana mau gaji karyawan. Apakah diambilkan dari perusahaan induknya. Subsidi ada batas waktunya, kalau terus-terusan perusahaan induk bisa jebol,” timpal Yudi.
“Repotnya lagi, jika cicit perusahaan terus disubsidi, yang rugi kakek neneknya sebagai induk perusahaan milik negara. Kalau dana subsidi dari sebagian keuntungan, masih bisa ditolerir. Kalau induknya sendiri sudah rugi, bagaimana? Berarti kerugian kian besar, ingat BUMN itu milik negara,” ungkap Heri.
“Kalau BUMN rugi, negara rugi, rakyat juga ikut rugi,” papar Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Masjid Tempat Singgah Para Pemudik
