Selain memperkuat sektor industri, pemerintah juga fokus pada penyediaan infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik serta berbagai kebijakan insentif. Strategi ini diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik secara masif di tengah masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menekan emisi karbon.
Presiden Prabowo: Energi dan Pangan Kunci Kedaulatan
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian energi sebagai fondasi utama negara yang berdaulat. Ia menyebut transisi menuju energi bersih bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
"Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, sektor energi memiliki peran strategis yang sangat vital, sejajar dengan sektor pangan. Oleh karena itu, Indonesia perlu memastikan kemandirian di kedua sektor tersebut agar mampu bertahan dan tetap kuat di tengah dinamika global.
Baca Juga: Biaya Haji 2026 Naik karena Avtur, Pemerintah Pastikan Jemaah Tak Terdampak
Menuju Transisi Energi Bersih Nasional
Percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan transisi energi bersih di Indonesia.
Dengan dukungan kebijakan, infrastruktur, dan insentif yang tepat, diharapkan transformasi menuju energi yang lebih ramah lingkungan dapat berjalan optimal.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dalam membangun sistem transportasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
