Dampak Konflik Timur Tengah Harga Plastik Naik, Pedagang Kecil Mulai Keluhkan Biaya Operasional

Senin 16 Mar 2026, 19:52 WIB
Ilustrasi Toko Plastik di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 16 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegat Jihad)

Ilustrasi Toko Plastik di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 16 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegat Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kenaikan harga plastik mulai dirasakan oleh para pedagang dan pelaku usaha kecil di berbagai pasar. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat biaya operasional usaha ikut meningkat, terutama bagi pelaku usaha yang bergantung pada plastik sebagai kemasan utama.

Sejumlah pedagang plastik menyebut kenaikan harga mulai terlihat sejak sekitar sepekan terakhir. Kondisi ini diduga berkaitan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia.

Seperti diketahui, sebagian besar bahan baku plastik berasal dari produk turunan minyak bumi. Ketika harga atau pasokan minyak terganggu, dampaknya turut dirasakan pada harga plastik di pasaran.

Pedagang Warung Kelontong Mulai Merasakan Dampaknya

Fatimah (45), pemilik warung kelontong di Jakarta, mengaku kenaikan harga plastik cukup memengaruhi biaya operasional usaha yang dijalankannya setiap hari.

Baca Juga: Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 30 Persen, Pedagang Sebut Dampak Konflik Iran–Amerika

Dalam aktivitas berdagang, ia menggunakan berbagai jenis plastik untuk membungkus barang dagangan maupun melayani pembelian pelanggan.

“Iya, pasti berdampak. Karena hampir semua barang di warung pakai plastik untuk bungkus,” ujar Fatimah saat ditemui Poskota di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 16 Maret 2026.

Menurutnya, plastik menjadi kebutuhan penting dalam aktivitas jual beli di warung kelontong. Berbagai produk seperti gula, beras, minyak goreng, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya umumnya dibungkus menggunakan plastik.

Fatimah menjelaskan, jenis plastik yang paling sering digunakan adalah kantong plastik kecil dan plastik kiloan untuk membungkus barang-barang seperti gula, kopi, hingga jajanan.

Baca Juga: AS Pasang Hadiah Rp169 Miliar: Buru Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

“Kalau pembeli beli barang sedikit-sedikit kan tetap harus dibungkus. Jadi plastik memang selalu dipakai,” katanya.


Berita Terkait


News Update