JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Aktivitas jual beli di sejumlah toko plastik di kawasan pasar Jakarta masih berjalan normal. Berbagai jenis kantong plastik dengan ukuran beragam tampak tertata rapi di rak-rak toko, melayani kebutuhan para pelanggan yang datang silih berganti.
Namun di balik aktivitas tersebut, para pedagang kini menghadapi tantangan baru. Harga plastik dilaporkan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Para pedagang menduga lonjakan harga ini berkaitan dengan konflik internasional antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak pada rantai pasokan bahan baku.
Murodi, 65 tahun, pemilik toko Arta Jaya Plastik di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, mengatakan kenaikan harga plastik mulai terasa sekitar satu pekan terakhir.
Menurutnya, lonjakan harga tidak hanya terjadi pada satu jenis produk, tetapi hampir seluruh jenis plastik yang dijual di tokonya mengalami penyesuaian harga.
Baca Juga: Sekjen Kemendagri Tegaskan Komitmen Kawal Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Idulfitri 2026
“Macam-macam ya, enggak sama semua. Ada yang naik sampai 30 persen,” kata Murodi saat ditemui Poskota di tokonya, Senin, 16 Maret 2026.
Ia mencontohkan salah satu produk yang mengalami kenaikan adalah plastik kiloan yang umum digunakan pedagang untuk membungkus makanan. Sebelumnya, harga plastik tersebut berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Kini, harganya telah meningkat dan mendekati Rp50 ribu per kilogram.
“Yang tadinya Rp35 ribu sekarang jadi Rp40 ribu, bahkan hampir Rp50 ribu,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini 16 Maret 2026: Cabai, Telur, Daging, hingga Minyak Goreng Semua Naik
Murodi menjelaskan, kenaikan harga tersebut tidak terjadi sejak awal Ramadan, melainkan setelah munculnya situasi konflik internasional yang memengaruhi berbagai sektor ekonomi.
“Kurang lebih sudah semingguan. Bukan sejak puasa, tapi setelah ada situasi perang,” katanya.
