POSKOTA.CO.ID - Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Departemen Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan tawaran hadiah besar melalui program Rewards for Justice (RFJ) untuk mendapatkan informasi krusial tentang para pemimpin tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Pengumuman ini dirilis pada Jumat lalu (waktu setempat), hanya beberapa hari setelah Mojtaba Khamenei secara resmi ditunjuk sebagai penerus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel.
Hadiah Fantastis dari Rewards for Justice

Program RFJ menawarkan hadiah hingga US$10 juta (setara sekitar Rp169 miliar, tergantung kurs terkini) bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi akurat mengenai lokasi atau aktivitas para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Baca Juga: Hancur Total atau Kalah Besar? Pertaruhan Maut Trump dan Netanyahu Lawan Iran
Menurut pernyataan resmi RFJ, individu-individu ini dituding bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan aksi terorisme berskala global.
Tawaran ini juga mencakup kemungkinan relokasi ke AS bagi pemberi informasi yang memenuhi syarat.
Target Utama: Mojtaba Khamenei dan Lingkaran Dalam Dinasti
Fokus utama AS tertuju pada Ayatollah Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ali Khamenei yang kini memegang posisi Pemimpin Tertinggi Iran.
Penunjukan Mojtaba sebagai penerus dilakukan oleh Majelis Ahli untuk menjaga kontinuitas kepemimpinan di tengah krisis perang.
Selain Mojtaba, daftar incaran mencakup beberapa pejabat senior lainnya, di antaranya:
- Ali Asghar Hejazi, Wakil Kepala Staf Kantor Pemimpin Tertinggi.
- Ali Larijani, Penasihat senior Kantor Pemimpin Tertinggi.
- Brigjen Eskandar Momeni, Menteri Dalam Negeri.
- Esmail Khatib, Menteri Intelijen dan Keamanan.
Beberapa nama lain terkait IRGC juga disebut dalam poster resmi RFJ, termasuk pejabat dengan jabatan kunci yang dianggap mengendalikan operasi militer dan intelijen Iran.
