“Plastik itu kebutuhan utama buat bungkus makanan. Kalau harganya naik, otomatis biaya jualan juga ikut naik,” kata Rahmat.
Baca Juga: Iran Resmi Mundur dari Piala Dunia 2026: Apakah Timnas Indonesia Berpeluang Menggantikan?
Ia menjelaskan, setiap hari membutuhkan puluhan hingga ratusan lembar plastik untuk membungkus gorengan dan jajanan yang dijual kepada pembeli.
“Yang paling sering dipakai plastik kecil buat bungkus gorengan sama jajanan. Sehari bisa habis banyak,” ujarnya.
Rahmat mengaku saat ini masih mempertahankan harga jual agar pelanggan tidak berkurang. Namun, ia mulai mempertimbangkan kemungkinan menaikkan harga jika harga plastik terus meningkat.
“Sekarang masih bertahan dulu. Tapi kalau nanti terus naik, mungkin mau tidak mau harga jual juga harus ikut naik,” katanya.
Ia juga menilai mencari alternatif kemasan selain plastik bukan perkara mudah, terutama bagi pedagang kecil yang membutuhkan kemasan murah, praktis, dan mudah didapat.
“Kalau alternatif yang murah dan praktis, sejauh ini belum ada,” pungkas Rahmat. (cr-4)
