Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Campak-Rubella Aman, Tersedia 9,5 Juta Dosis

Selasa 10 Mar 2026, 15:20 WIB
Ilustrasi, Kemenkes siapkan 9,5 juta dosis vaksin, antisipasi lonjakan kasus campak-rubella. (Sumber: freepik)

Ilustrasi, Kemenkes siapkan 9,5 juta dosis vaksin, antisipasi lonjakan kasus campak-rubella. (Sumber: freepik)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman. Hal ini penting untuk mendukung percepatan pelaksanaan imunisasi dalam merespons peningkatan kasus campak di sejumlah daerah.

Berdasarkan data Kemenkes per 6 Maret 2026, tersedia sekitar 9,5 juta dosis vaksin di tingkat pusat, kemudian sekitar 6,6 juta dosis telah terdistribusi ke daerah melalui dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia menyampaikan bahwa penyediaan vaksin menjadi salah satu faktor kunci dalam pengendalian wabah campak selain kegiatan surveilans dan deteksi dini kasus.

“Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi. Pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization di daerah-daerah dengan kasus tinggi,” ujar Rizka dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret 2026.

Baca Juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada Penularan Campak Jelang Lebaran 2026

Lebih lanjut, Rizka memastikan stok vaksin dari pusat ke daerah terus disalurkan, terutama untuk wilayah yang mengalami penurunan persediaan.

“Kami memastikan stok vaksin tersedia dan terus melakukan distribusi dari pusat ke daerah, terutama pada wilayah yang stoknya mulai menurun. Seluruh provinsi saat ini memiliki ketersediaan vaksin dengan tingkat stok di atas dua bulan,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya memantau distribusi dan ketersediaan vaksin secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL) yang memungkinkan pemantauan inventori hingga tingkat puskesmas.

"Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi memiliki ketersediaan vaksin yang memadai, dengan 23 provinsi memiliki stok untuk 2-5 bulan, sembilan provinsi untuk 5-7 bulan, serta enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan," ungkap Rizka.

Baca Juga: Komdigi Terapkan Aturan Baru Batasi Pengguna Akun di Bawah 16 Tahun, Ini 7 Risiko Anak Gunakan Medsos

Rizka mengatakan, stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi prioritas pengendalian campak. Ia menegaskan bahwa vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiatnya.


Berita Terkait


News Update