POSKOTA.CO.ID - Kenaikan harga minyak mentah dunia kembali menjadi perhatian setelah situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah memanas.
Ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut berdampak langsung pada pasar energi global dan memicu lonjakan harga minyak dalam waktu singkat.
Gangguan distribusi energi semakin terasa setelah jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dilaporkan ditutup akibat konflik yang melibatkan Iran dan sejumlah pihak terkait. Kondisi ini membuat pasar global khawatir terhadap potensi terganggunya pasokan minyak dunia.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia mulai mencermati perkembangan harga energi internasional. Sejumlah langkah antisipasi pun tengah disiapkan untuk menjaga stabilitas energi nasional, termasuk memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tetap terkendali menjelang Idulfitri.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026: Ini Jadwal One Way Nasional dan Prediksi Puncak Mudik
Harga Minyak Global Melonjak
Eskalasi konflik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz mulai memicu “gempa” pada pasar energi dunia. Pada Senin, 9 Maret 2026, harga minyak mentah global dilaporkan melesat hingga mencapai 113,68 dolar AS per barel.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu lonjakan paling signifikan dalam beberapa waktu terakhir, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia.
Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah komprehensif guna menjaga stabilitas energi nasional.
Ia memastikan bahwa pemerintah berupaya menjaga ketenangan masyarakat, terutama terkait kemungkinan kenaikan harga BBM.
"Saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana-gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi. Iya, untuk subsidi," ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
Menurut Bahlil, persoalan utama yang sedang dihadapi saat ini bukanlah kekurangan pasokan energi, melainkan lonjakan harga minyak di pasar internasional.
