POSKOTA.CO.ID - Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata yang dirasakan bagi peserta. Khusunya pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang seperti hemodialisa. Salah satu peserta JKN, Riki Bastian (34) warga Cempaka Putih Barat yang saat ini sedang rutin menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit St. Carolus membagikan pengalamannya selama terapi.
“Awalnya sejak tahun 2018 saya bukan terdiagnosa penyakit ini. Tetapi didiagnosis penyakit lain. Sampai akhirnya saya cek kembali dan benar ternyata penyakit yang saya derita ini adalah gagal ginjal”, ujarnya.
Riki menilai proses pelayanan yang ia jalani sejak awal hingga saat ini berjalan dengan baik. Ia juga merasakan adanya kemudahan dalam setiap tahapan pelayanan yang diberikan. Menurutnya, sistem anteran online sangat membantu pasien karena tidak perlu menunggu lama di rumah sakit.
“Pelayanannya menurut saya sudah sangat bagus. Prosesnya juga dipermudah sehingga pasien merasa lebih nyaman. Pengambilan nomor antrean juga sudah bisa dilakukan secara online, sehingga pasien yang datang di rumah sakit tidak bertumpuk,” ungkapnya.
Baca Juga: Cerita Pasien BPJS Kesehatan Jalani Hemodialisa Sebut Pelayanan Baik dan Proses Mudah
Terkait pembiayaan, Riki menegaskan bahwa seluruh terapi hemodialisa yang ia jalani sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya jaminan kesehatan tersebut. Selama menjalani perawatan, ia tidak mengeluarkan biaya tambahan sedikit pun.
“Tidak ada biaya tambahan untuk terapi yang saya jalani ini. Seluruh biaya pelayanan dan terapi semuanya sudah di cover oleh BPJS Kesehatan. Hal ini tentu sangat membantu saya dalam menjalani pengobatan secara rutin tanpa beban finansial,” Jelasnya.
Selain itu, Riki juga menyoroti sikap tenaga medis yang professional dan ramah selama dirinya menjalani terapi. Ia merasakan pelayanan yang diberikan dengan penuh perhatian dan empati. Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan kepadanya baik pasien BPJS Kesehatan atau pasien mandiri.
“Dokter dan susternya sangat ramah dan membantu saya selama menjalani terapi disini. Mereka melayani dengan sikap yang ramah dan penuh perhatian kepada setiap pasien. Tidak ada perbedaan yang mereka berikan, semuanya sama,” tambahnya.
Ke depan, Riki berharap layanan BPJS Kesehatan yang sudah baik saat ini dapat terus dipertahankan. Ia menilai pelayanan yang ada saat ini sudah sangat membantu peserta. Ia juga berharap kualitas pelayanan tersebut dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.
