Jadi Kawasan yang Sering Kebakaran, Warga Kapuk Minta Pemerintah Lakukan Ini

Sabtu 25 Apr 2026, 19:47 WIB
Potret ketua RT Kapuk, Timbul Prayoga saat menuturkan dampak kebakaran di wilayahnya. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Potret ketua RT Kapuk, Timbul Prayoga saat menuturkan dampak kebakaran di wilayahnya. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID - Warga RW 08 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, selalu was-was jika terjadi kebakaran khususnya jika melanda salah satu rumah warga yang berdampak pada perambatan karena kondisi padat.

Ketua RT 03 RW 08 Kelurahan Kapuk, Timbul Pryayogi mengungkapkan salah satu kendala jika terjadi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk yang ada di wilayahnya ini.

"Di sini ini kendalanya kan kalau ada kejadian kebakaran itu ngandelin damkar itu kan lama ya, terus jalur evakuasinya ke dalam juga damkar sulit," kata Timbul kepada Pos Kota saat ditemui, Sabtu, 25 April 2026.

Jalur menuju permukiman warga di lokasi ini memang cukup sulit apalagi jika mobil pemadam kebakaran (damkar) mau masuk ke permukiman untuk memadamkan api.

Baca Juga: Polisi Telusuri Temuan Sepeda Listrik dalam Kebakaran Maut di Rumah Jakbar

Namun demikian, di kawasan ini, petugas damkar tidak akan kesulitan mencaru sumber air, sebab di kawasan permukiman warga itu terdapat kali yang airnya mengalir baik.

"Karena selama ini kalau ada kebakaran kita nyiram-nyiram dari got. Namanya air got seberapa sih? Udah lingkungan padat. Kita kelamaan nunggu damkar," ungkap Timbul.

Sebagai pengurus RT, Timbul meminta kepada pemerintah untuk menyiapkan semacam mesin pemyedot air seperti yang dimiliki damkar. Hal ini agar jika terjadi kebakaran, warga bisa melakukan penanganan awal.

"Kalau kita langsung instan pakai air got juga lama, namanya juga sempit. Nah,kalau ada semacam mesin penyedot air ya kan, difasilitasiin sama damkar sama pemerintah, kita enak. Jadi antisipasinya lebih cepet," tutur dia.

Baca Juga: Kebakaran Rumah Tinggal di Grogol Petamburan Jakbar, 5 Orang Dinyatakan Tewas

Disampaikan Timbul, usulan warga tersebut sebelumnya sudah beberapa kali disampaikan dalam musyawarah misalnya di tingkat Kelurahan. Sampai hari ini warga masih menanti.


Berita Terkait


News Update