JAKARTA, POSKOTA.CO.ID — Semangat melestarikan budaya Betawi mewarnai acara Halal Bihalal sekaligus peringatan 50 tahun Angkatan 1976 SMA Negeri 20 Jakarta yang digelar di Auditorium Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu, April 2026.
Para alumni tampil kompak mengenakan busana adat Betawi seperti pangsi, encim, dan cukin sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus menyambut lima abad Kota Jakarta.
Ketua Panitia Budi Prasetyono mengatakan, pemilihan konsep budaya Betawi menjadi bagian dari upaya para alumni ikut menjaga dan merawat warisan budaya Jakarta melalui momentum reuni emas tersebut.
Menurut Budi, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Angkatan 1976, tetapi juga alumni lintas angkatan, mulai 1974, 1975, 1977 hingga 1979.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapakan LPDP Jakarta, Prioritaskan Anak Betawi Kuliah ke Luar Negeri
Seluruh peserta mengenakan pakaian adat Betawi dan mengikuti rangkaian acara di kawasan Perkampungan Budaya Betawi.
“Selain mempererat silaturahmi, kami ingin kegiatan ini menjadi bagian kecil dari pelestarian budaya Betawi, apalagi bertepatan menuju lima abad Jakarta,” ujar Budi.
Purnawirawan perwira tinggi TNI AD itu berharap reuni emas ini semakin menguatkan ikatan para alumni yang kini telah menempuh beragam profesi, mulai dari pejabat, akademisi, hingga tokoh di berbagai bidang.
“Sudah setengah abad kami lulus. Harapannya komunikasi dan persaudaraan antaralumni terus terjaga setelah acara ini,” katanya.
Baca Juga: Larang Penggunaan Ondel-ondel Untuk Ngamen, Pramono: Karena Ikon Betawi dan Jakarta
Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa sepanjang acara. Salah satu alumni Angkatan 1976, Margareta Turang atau Eta, mengaku mengumpulkan teman-teman seangkatan bukan perkara mudah karena sebagian sulit dihubungi.
