Stok Pertalite Kosong, Antrian BBM Terjadi di SPBU Pasar Pucung Cilodong Depok

Minggu 08 Mar 2026, 20:31 WIB
Antrian pembeli terjadi di SPBU 34.16414 Pasar Pucung Cilodong. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

Antrian pembeli terjadi di SPBU 34.16414 Pasar Pucung Cilodong. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Warga rela mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di SPBU 34.16414, Pasar Pucung, Cilodong, Kota Depok, setelah BBM bersubsidi jenis Pertalite tidak tersedia.

Antrean kendaraan terlihat memadati area SPBU. Salah satu warga Jatimulya, Riki, 27 tahun mengaku tetap mengantre untuk mengisi BBM motornya setelah mengetahui Pertalite kosong.

"Dari kabar mulut-ke mulut pertalite di SPBU Pasar Pucung kosong. Karena itu sore ini mengecek ternyata benar pertalite kosong dan mau engga mau ya isi Pertamax minimal supaya motor bisa jalan besok Senin berangkat kerja ke Jakarta," ujar Riki kepada Poskota, Sabtu, 8 Maret 2026.

Baca Juga: Maling HP di Pasar Minggu Ditangkap Warga Saat Ambil Sandal yang Tertinggal

Ahmad, 30 tahun mengatakan hal serupa. Ia rela untuk membayar lebih mahal asal kendaraan mobilnya bisa digunakan untuk bekerja.

"Biasa saya pake mobil Ertiga isi BBM Pertalite. SPBU terdekat dari rumah di sini (Pasar Pucung) tapi ternyata kosong mau engga mau isi Pertamax dulu supaya nanti besok kerja bisa sampai ke kantor nanti isi lagi di jalan yang ada pertalitenya," ucap Ahmad.

Sementara itu, Pengawas SPBU 34.16414 Pasar Pucung Cilodong, Titus Siahaan mengatakan, kekosongan BBM subsidi jenis Pertalite ini sudah terjadi sejak Sabtu, 7 Maret 2026 malam.

"Sudah kami pesan ke Dipo Plumpang malam tapi sampai sore ini tidak ada kunjung kabar dikirim atau tidak. Sehingga kami terpaksa menginformasi melalui papan pengumuman Pertalite kosong sedang dalam perjalanan," ujar Titus kepada Poskota di lokasi.

Baca Juga: 800 Rumah di Villa Tomang Baru Tangerang Teremdam Banjir

Titus mengatakan, untuk stok BBM Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo sebelumnya tidak pernah mengalami keterlambatan. Baru kali ini saja, distribusi terlambat.

"Tidak pernah ada gangguan sama sekali selama ini. Baru kali ini gangguan keterlambatan kiriman BBM jenis Pertalite dari Dipo Plumpang Jakarta Utara," kata dia.

Ia menyampaikan, banyak pengendara motor pada akhirnya terpaksa sementara beralih ke Pertamax dan Pertamax Turbo selama menunggu pengiriman Pertalite dari pusat.

"Biasa malam kita pesan siang hari udah dikirim tidak sampai terjadi kekosongan seperti saat ini," ungkapnya.

Baca Juga: Ditetapkan Tersangka, Penyidik Sebut Richard Lee Belum Mengajukan Penangguhan Penahanan

Terkait antisipasi terjadinya panic buying BBM seperti di daerah-daerah, Titus mengaku masih menunggu instruksi dari pusat.

"Sudah pasti untuk bbm jenis subsidi Pertalite sudah dipastikan tidak dapat dibeli menggunakan derigent. Kecuali yang non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo masih dibolehkan isi menggunakan drigent," kata dia.

Titus menjelaskan, untuk SPBU tempatnya bertugas mengisi 24 KL (Ton) per hari, pertama 8 KL untuk sebulan, dan Pertamax Turbo 16 KP untuk dua kali dalam sebulan.

"Pada intinya tidak ada gangguan dalam pendistrubusian minyak. Ini hanya keterlambatan pengiriman saja dari pusat dengan alasan apa kami tidak tahu," ujar Titus.

Lebih lanjut, berdasarkan pantauan Poskota dari SPBU Pasar Pucung, Cilodong, Kota Depok, terlihat antrian di operator khusus mobil untuk jenis BBM Pertamax dan Pertama Turbo sampai keluar jalan dua jalur.

Sebagai informasi, harga satu liter Pertamax di SPBU Pertamina saat ini mencapai Rp12.300 per liter dan Pertamax Turbo mencapai Rp13.100 per liter. (ang)


Berita Terkait


News Update