Ia menyampaikan, banyak pengendara motor pada akhirnya terpaksa sementara beralih ke Pertamax dan Pertamax Turbo selama menunggu pengiriman Pertalite dari pusat.
"Biasa malam kita pesan siang hari udah dikirim tidak sampai terjadi kekosongan seperti saat ini," ungkapnya.
Baca Juga: Ditetapkan Tersangka, Penyidik Sebut Richard Lee Belum Mengajukan Penangguhan Penahanan
Terkait antisipasi terjadinya panic buying BBM seperti di daerah-daerah, Titus mengaku masih menunggu instruksi dari pusat.
"Sudah pasti untuk bbm jenis subsidi Pertalite sudah dipastikan tidak dapat dibeli menggunakan derigent. Kecuali yang non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo masih dibolehkan isi menggunakan drigent," kata dia.
Titus menjelaskan, untuk SPBU tempatnya bertugas mengisi 24 KL (Ton) per hari, pertama 8 KL untuk sebulan, dan Pertamax Turbo 16 KP untuk dua kali dalam sebulan.
"Pada intinya tidak ada gangguan dalam pendistrubusian minyak. Ini hanya keterlambatan pengiriman saja dari pusat dengan alasan apa kami tidak tahu," ujar Titus.
Lebih lanjut, berdasarkan pantauan Poskota dari SPBU Pasar Pucung, Cilodong, Kota Depok, terlihat antrian di operator khusus mobil untuk jenis BBM Pertamax dan Pertama Turbo sampai keluar jalan dua jalur.
Sebagai informasi, harga satu liter Pertamax di SPBU Pertamina saat ini mencapai Rp12.300 per liter dan Pertamax Turbo mencapai Rp13.100 per liter. (ang)
