Situasi di Uni Emirat Arab menjadi perhatian serius pemerintah Korea Selatan. Gangguan penerbangan akibat konflik membuat sekitar 3.000 warga negara mereka masih tertahan di negara tersebut.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah Seoul berencana menyewa pesawat berkapasitas 290 kursi dari maskapai Etihad Airways.
Pesawat itu dijadwalkan berangkat dari Abu Dhabi pada Minggu untuk membawa pulang warga Korea Selatan yang masih berada di wilayah tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempercepat proses evakuasi di tengah meningkatnya ketidakpastian keamanan di Timur Tengah.
Australia dan Indonesia Ambil Langkah Antisipatif
Selain China dan Korea Selatan, pemerintah Australia juga mengeluarkan imbauan kepada warganya yang berada di Timur Tengah untuk segera meninggalkan kawasan tersebut.
Otoritas di Canberra menyarankan warga negara Australia menggunakan penerbangan komersial yang masih tersedia untuk keluar dari wilayah konflik secepat mungkin.
Indonesia juga mulai melakukan evakuasi terhadap warganya dari Iran. Pada tahap pertama, sebanyak 32 warga negara Indonesia (WNI) telah berhasil dipindahkan melalui Azerbaijan akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 329 hingga 386 WNI yang berada di Iran. Sementara itu, lebih dari 519 ribu WNI tinggal di berbagai negara Timur Tengah, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Balas Dendam Iran Makin Ganas, Gelombang Serangan ke-9 Sasar Israel dan Target AS
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi dengan para WNI yang masih berada di wilayah tersebut.
Eskalasi Perang Regional di Timur Tengah
Ketegangan di kawasan Asia Barat meningkat drastis setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada Sabtu pekan lalu.
