POSKOTA.CO.ID - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas dan berdampak pada jalur distribusi energi global. Ketegangan militer yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berada dalam kondisi siaga tinggi.
Dampak konflik tersebut turut dirasakan Indonesia setelah dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan masih berada di wilayah strategis tersebut. Pemerintah pun segera mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya tetap terjaga.
Di tengah meningkatnya risiko keamanan di jalur perdagangan minyak dunia, pemerintah Indonesia kini melakukan negosiasi intensif sekaligus menyiapkan alternatif pasokan energi guna menjaga stabilitas ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Belasungkawa untuk Iran, Kirim Surat Dukacita atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Pemerintah Negosiasikan Pembebasan Kapal Tanker
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.
“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu 4 Maret 2026 malam.
Ia menegaskan bahwa keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama di tengah konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Trump Murka Inggris-Spanyol Tolak Bantu AS Serang Iran
Ketahanan Energi Indonesia Dipastikan Aman
Meski dua kapal tanker masih berada di area rawan, pemerintah memastikan kondisi tersebut belum mengganggu ketahanan energi nasional. Indonesia disebut telah menyiapkan sejumlah alternatif pasokan energi, termasuk mencari sumber energi tambahan dari Amerika Serikat.
“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insya Allah aman,” kata Bahlil menegaskan.
Upaya pencarian alternatif energi dilakukan secara paralel dengan proses negosiasi pembebasan kapal yang masih berada di jalur strategis tersebut.
