Spesifikasi Drone Kamikaze Shahed-136: Senjata Murah Iran yang Menggoyang Stabilitas Keamanan AS di Teluk

Rabu 04 Mar 2026, 14:36 WIB
Drone kamikaze Shahed-136 yang digunakan Iran dalam sejumlah konflik, dikenal berkat biaya murah dan jangkauan serangan yang mencapai ribuan kilometer.” (Sumber: Pinterest)

Drone kamikaze Shahed-136 yang digunakan Iran dalam sejumlah konflik, dikenal berkat biaya murah dan jangkauan serangan yang mencapai ribuan kilometer.” (Sumber: Pinterest)

Jika diperlukan, drone ini dapat naik hingga 17.000 kaki atau 5,2 km, memberi fleksibilitas dalam menghindari sistem pencegat musuh.

Manuver Menukik di Detik Terakhir

Kecepatan 185 km/jam bukanlah yang tercepat di kelasnya, tetapi cukup untuk menciptakan jendela waktu pertahanan udara yang sangat sempit. Drone ini sering melakukan manuver menukik tajam hanya beberapa detik sebelum menabrak target, membuat operator pencegat hampir tidak memiliki waktu respons.

Seorang komandan pertahanan udara wilayah Teluk menyebut bahwa “serangan semacam ini seperti permainan angka—meskipun 70 persen berhasil ditembak jatuh, 30 persen yang lolos sudah cukup untuk menciptakan kerusakan serius.”

Shahed-136 tidak dirancang untuk kembali. Ini adalah senjata sekali pakai, mirip rudal jelajah berbiaya rendah. Drone ini dapat bermanuver berputar-putar (loitering) sembari mengintai target sebelum menukik dan meledak bersama hulu ledaknya.

Konsep ini sangat efektif untuk menghancurkan infrastruktur energi, depot amunisi, radar, hingga permukiman. Dampaknya tidak sebesar rudal balistik, tetapi cukup untuk melumpuhkan fasilitas strategis musuh.

Baca Juga: Mengapa Claude AI Digunakan AS untuk Operasi ke Iran? Ini Penjelasan Lengkapnya

Jejak Penggunaan dan Popularitas Shahed-136

Penggunaan Shahed-136 dalam perang Rusia–Ukraina membuatnya dikenal luas di kancah internasional. Dalam beberapa serangan, drone ini diluncurkan dari jarak ribuan kilometer untuk menghantam kota-kota di Ukraina.

Kini, penggunaannya di Teluk menandai babak baru eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Iran diyakini ingin menunjukkan kemampuan melakukan serangan jarak jauh dengan biaya minimal, tetapi berdampak besar secara politis maupun strategis.

Serangan terbaru di Teluk menunjukkan bahwa Shahed-136 tetap menjadi ancaman nyata bagi stabilitas regional. Kombinasi antara biaya rendah, jangkauan jauh, desain sederhana, dan efektivitas tinggi membuat drone ini menjadi salah satu senjata yang paling berpengaruh dalam perang modern.

Dalam era peperangan berbiaya tinggi, Iran menemukan “celah ekonomi” yang memaksa negara lawan menghabiskan jutaan dolar hanya untuk mencegat sebuah drone seharga mobil kelas menengah.

Perang masa depan tidak lagi hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi tentang siapa yang mampu mengelola sumber daya baik finansial maupun operasional secara lebih cerdas.


Berita Terkait


News Update