POSKOTA.CO.ID - Salah satu sumber dari Wall Street Journal mengungkapkan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Anthropic, yaitu Claude, digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat saat melancarkan serangan ke Iran.
Informasi ini memicu perhatian global mengenai meningkatnya peran AI dalam pengambilan keputusan strategis di sektor pertahanan.
Menurut laporan tersebut, sistem AI telah digunakan secara luas dalam rantai komando militer, termasuk di kawasan Timur Tengah.
Claude bahkan disebut telah terintegrasi dengan Komando Pusat AS, sebuah institusi pertahanan yang memimpin operasi militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Baca Juga: Xiaomi 17 Series Rilis Awal Maret 2026, Usung Teknologi Kamera Leica
Claude: Teknologi AI yang Dikembangkan Untuk Analisis Kompleks
Claude digambarkan sebagai model AI yang memiliki kemampuan analisis data tingkat lanjut serta pemahaman bahasa alami yang lebih mendalam. Berdasarkan keterangan resmi pada Selasa, 3 Maret 2026, Claude dikembangkan untuk menjawab pertanyaan kompleks, memproduksi teks, membuat ringkasan, hingga menganalisis pola data skala besar.
Selain memberikan rekomendasi berbasis tren, Claude juga dirancang untuk mendukung kebutuhan profesional dengan analisis mendalam.
Setelah peluncuran Claude 2, Anthropic memperkenalkan Claude 3 sebagai versi yang lebih responsif dan mampu menangani percakapan panjang serta instruksi kompleks.
Dalam pengembangan versi ketiganya, Anthropic menekankan peningkatan kemampuan Natural Language Processing (NLP) dan fitur otomatisasi yang lebih maju. Hal ini membuat Claude semakin mudah digunakan dalam pengelolaan tugas profesional maupun teknis.
Siapa Anthropic, Perusahaan di Balik Claude?
Anthropic adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang berdiri pada tahun 2021 dan didirikan oleh mantan anggota OpenAI. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan sistem AI yang aman, dapat diprediksi, dan berada dalam kendali manusia.
Anthropic mengklaim bahwa tim internalnya terdiri dari peneliti, insinyur, pakar kebijakan, hingga pemimpin bisnis dari berbagai bidang.
