Perang Iran-Israel Meletus Ancam Selat Hormuz, Harga Minyak Globak Melonjak

Senin 02 Mar 2026, 20:59 WIB
Ilustrasi, kapal tanker pengangkut minyak bumi. (Sumber: freepik)

Ilustrasi, kapal tanker pengangkut minyak bumi. (Sumber: freepik)

POSKOTA.CO.ID - Perang Iran-Israel yang meletus pada 28 Februari 2026 serta ancaman terhadap Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga minyak dunia secara signifikan.

Menurut laporan terbaru, harga minyak global saat ini telah naik sekitar 10 persen setelah serangan dan balasan militer antar kedua pihak.

Mengacu pada data Yahoo Finances, harga minyak global sudah berada di lebel lebih dari USD 82,11 per barel per Senin, 2 Maret 2026.

Analis memprediksi kenaikan masih bisa terjadi hingga USD 100 per barel jika konflik bersenjata masih terus terjadi.

Baca Juga: Update Terbaru Perang Iran vs AS-Israel: Ribuan Target Diserang, Pasar Global Bergejolak

Hal ini karena perang Iran-Israel berpotensi menganggu pasokan minyak dunia, sehingga akan berdampak langsung terhadap harga.

Selain itu, ancaman Selat Hormuz juga dipastikan bakal membuat pasar semakin fluktiatif dan harga tertekan naik.

Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam perdagangan dunia, dimana satu dari lima barel atau 20-30 persen minyak dunia diekspor melalui rute tersebut.

Jika rute pelayaran tidak aman, kemungkinan banyak kapal tanker yang menunda atau mengubah rute pelayaran mereka.

Baca Juga: Balas Dendam Iran Makin Ganas, Gelombang Serangan ke-9 Sasar Israel dan Target AS

Hal ini membuat pasokan minyak global menjadi kekurangan dan biaya operasional membengkak menimbulkan kenaikan harga.


Berita Terkait


News Update