Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Resmi soal Konflik Timur Tengah, Serukan Perdamaian Dunia

Rabu 04 Mar 2026, 16:24 WIB
Pernyataan resmi PP Muhammadiyah atas konflik Timur Tengah dengan tegas menyerukan diplomasi, penghentian kekerasan, serta langkah nyata komunitas internasional. (Sumber: muhammadiyah.or.id)

Pernyataan resmi PP Muhammadiyah atas konflik Timur Tengah dengan tegas menyerukan diplomasi, penghentian kekerasan, serta langkah nyata komunitas internasional. (Sumber: muhammadiyah.or.id)

POSKOTA.CO.ID - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sikap resmi terkait perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah yang belakangan semakin memanas dan memicu kekhawatiran dunia internasional.

Sikap tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I.0/B/2026 yang berisikan 7 poin menyoroti eskalasi ketegangan akibat serangan militer antarnegara di kawasan tersebut.

Muhammadiyah juga menyoroti meningkatnya korban jiwa serta dampak sosial-politik yang dirasakan masyarakat sipil di berbagai negara Timur Tengah.

Konflik yang terus berlanjut dinilai tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga berpotensi memicu krisis kemanusiaan yang lebih luas.

Baca Juga: Kapan Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah? Ini Dasar Penetapan dan Tanggalnya

Muhammadiyah Sampaikan Belasungkawa atas Korban Konflik

Dalam pernyataan resminya, salah satu poin yang disampaikan PP Muhammadiyah adalah menyampaikan rasa prihatin mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Organisasi ini juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta korban lainnya yang menjadi sasaran serangan militer. Belasungkawa serupa turut disampaikan kepada korban akibat serangan balasan Iran di sejumlah negara Arab.

Menurut Muhammadiyah, seluruh korban konflik kemanusiaan harus menjadi perhatian dunia internasional tanpa memandang latar belakang politik maupun negara.

Kecaman terhadap Pelanggaran HAM dan Hukum Internasional

Pada poin nomor 2, Muhammadiyah menegaskan kecaman keras terhadap serangan yang terjadi karena dinilai melanggar Hak Asasi Manusia, hukum internasional, serta mengabaikan berbagai keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Organisasi ini menilai tindakan militer yang menimbulkan korban sipil dan ketidakstabilan kawasan merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip perdamaian dunia.

Muhammadiyah juga menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel atas tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional tersebut.


Berita Terkait


News Update