Langkah tegas dinilai penting guna menjaga ketertiban global sekaligus memastikan penghormatan terhadap keadilan internasional.
Desakan Peran Aktif PBB dan OKI Hentikan Kekerasan
Selain menyerukan sanksi internasional, Muhammadiyah mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kekerasan di kawasan Timur Tengah.
Upaya tersebut mencakup penghentian genosida terhadap bangsa Palestina serta pencegahan eskalasi konflik antarnegara di wilayah tersebut.
Muhammadiyah menilai keterlibatan aktif lembaga internasional menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas kawasan dan melindungi masyarakat sipil.
Seruan Menahan Diri dan Mengutamakan Dialog
Muhammadiyah juga menyerukan kepada Iran maupun negara-negara Arab agar menahan diri dan tidak memperluas konflik di antara sesama anggota Organisasi Kerja Sama Islam.
Pendekatan dialog dan diplomasi dinilai sebagai jalan paling rasional dan berkelanjutan dalam menyelesaikan konflik yang berlarut-larut di Timur Tengah.
Organisasi ini menekankan bahwa penyelesaian konflik melalui kekuatan militer hanya akan memperpanjang penderitaan kemanusiaan dan memperbesar risiko krisis global.
Baca Juga: Tanggal Berapa Lebaran 2025? Ini Prediksi Pemerintah dan Muhammadiyah
Ajakan Mewujudkan Perdamaian dan Keadilan Global
Dalam penutup pernyataannya, Muhammadiyah mengajak seluruh negara, lembaga multilateral dan bilateral, tokoh agama, serta masyarakat dunia untuk berperan aktif menciptakan perdamaian dan keadilan global.
Muhammadiyah juga mengingatkan pentingnya sikap bersama untuk mengecam segala bentuk tindakan semena-mena yang dapat menyebabkan kerusakan, konflik berkepanjangan, serta kehancuran peradaban manusia di muka bumi.
Melalui pernyataan tersebut, Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam mendukung penyelesaian konflik dunia secara damai, adil, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan universal.
