JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ekonom Esther Sri Astuti menyebut berkurangnya jumlah pemudik menjadi salah sebuah indikator daya beli masyarakat lemah.
Menurut Sri, masyarakat mengalokasikan uang untuk kebutuhan primer daripada bepergian pada musim mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Bukan hanya karena inflasi tetapi juga memang besarnya pendapatan mereka menurun," kata Esther saat dikonfirmasi, Rabu, 4 Maret 2026.
Esther berujar, momemtum Ramadhan bisa membawa ekonomi Indonesia berjalan lebih cepat jika strategi sektor dan stimulus dijalankan dengan tepat.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
"Diperlukan perencanaan jangka panjang dan bukan hanya lonjakan sementara," ujarnya.
Ia menyarankan tiga sektor, di antaranya pangan, transportasi, hingga logistik diberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, ketiga sektor tersebut berperan langsung dalam kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi selama periode penting ini.
"Sektor-sektor tersebut layak mendapatkan stimulus agar daya ungkitnya terhadap perekomonian nasional semakin besar," ucapnya.
Baca Juga: Operasi Ketupat 2026 Siap Digelar, Tol dan Jalur Arteri Jadi Fokus Pengamanan Arus Mudik Lebaran
3 Sektor Utama
Pada sektor pangan, harga sering bertambah mahal saat Ramadhan. Jika dibiarkan, daya beli masyarakat berkurang.
