PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Ruas jalan nasional Pandeglang–Labuan kembali mengalami kerusakan meski sebelumnya sempat diperbaiki. Kondisi jalan yang kembali berlubang ini terpantau di wilayah jembatan Desa Kadudampit, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Beberapa titik yang sebelumnya telah dilakukan penambalan oleh pihak terkait, kini kembali rusak dan berlubang. Padahal, perbaikan tersebut belum lama selesai dikerjakan.
Kerusakan jalan nasional di jalur tersebut sebelumnya cukup parah dengan banyak lubang besar. Bahkan, warga sempat menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes dan penanda bahaya bagi pengendara.
Tak lama setelah viral, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Banten melakukan penambalan di sejumlah titik jalan berlubang. Namun, perbaikan itu diduga tidak bertahan lama karena kini kondisi jalan kembali rusak.
Baca Juga: Sidak Pasar Badak Pandeglang, BPOM Temukan Makanan Berformalin
Anggaran Rp82 Miliar untuk Preservasi Jalan Nasional 2026

Diketahui, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp82 miliar lebih pada tahun 2026 untuk program preservasi jalan simpang Labuan–Saketi–Serang–Bata Kota Pandeglang–Rangkasbitung.
Proyek tersebut dilaksanakan oleh kontraktor PT Mina Fajar Abadi dengan konsultan supervisi KSO PT Seecons dan PT Surya Marzq Konsulindo.
Namun demikian, kondisi terkini di lapangan memunculkan pertanyaan terkait kualitas pengerjaan dan daya tahan material yang digunakan dalam perbaikan jalan nasional tersebut.
Salah seorang warga Pandeglang, Mujahidin, menilai kualitas perbaikan jalan di jembatan Saketi kurang maksimal. Menurutnya, jalan yang baru beberapa bulan diperbaiki kini sudah kembali berlubang.
Baca Juga: Selama Ramadhan, Jam Kerja ASN Pandeglang Dilakukan Penyesuaian
“Saya rasa kualitas bangunan dalam perbaikan jalan itu kurang bagus. Karena sekarang kondisi jalan sudah berlubang lagi,” ujarnya, Rabu, 4 Maret 2026.
