"Pergeseran tanah di Kampung Cinangga Lebak sudah terjadi selama puluhan tahun namun, kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu," tuturnya.
Rafik menjelaskan, ada sekitar 32 kepala keluarga dengan jumlah jiwa hampir mencapai 150 orang. Mereka saat ini dibayangi rasa waswas rumahnya akan roboh.
"Bencana pergerakan tanah buka pertama kali terjadi. Tapi sebelumnya juga pernah terjadi, karena konturntamah di wilayah itu labil," pungkasnya.
