Dalam riwayat dari Imam Ahmad melalui Samurah bin Jundab, Rasulullah SAW bersabda bahwa Dajjal akan didampingi oleh 70 ribu orang Yahudi, masing-masing mengenakan mahkota dan pedang terhunus.
Hadits ini, yang juga disebutkan dalam Kitab Al-Fitan karya Ibnu Katsir, menggambarkan Dajjal sebagai sosok buta sebelah kiri yang akan menyebarkan fitnah terbesar, bahkan mengklaim sebagai tuhan.
Angka ini tampak mirip dengan jumlah personel cadangan Israel yang dipanggil, tetapi apakah ini pertanda akhir zaman? Spekulasi di media sosial sering kali mengabaikan konteks historis dan keilmuan.
Baca Juga: 6 Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Setiap Hari Jumat yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Pandangan Ulama: Hindari Cocoklogi Tanpa Dasar
Para ulama menekankan kehati-hatian dalam mengaitkan peristiwa kontemporer dengan nubuat akhir zaman.
Tidak ada fatwa atau penjelasan resmi dari ulama terkemuka yang secara tegas menghubungkan konflik saat ini dengan hadits Dajjal.
Mengaitkan geopolitik dengan nash agama memerlukan kajian mendalam, bukan sekadar asumsi berdasarkan angka serupa. Fenomena "cocoklogi" ini bisa menyesatkan umat, alih-alih mendorong introspeksi spiritual.
Tanda-Tanda Kiamat Lain yang Lebih Relevan untuk Direnungkan
Alih-alih terjebak spekulasi, lebih baik fokus pada tanda-tanda akhir zaman lain yang disebutkan Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah, beberapa di antaranya mencakup:
- Peperangan massal antara kelompok besar dengan ideologi serupa.
- Munculnya sekitar 30 pendusta yang mengaku sebagai nabi.
- Hilangnya ilmu agama, gempa bumi yang sering, dan waktu yang terasa singkat.
- Kekayaan melimpah hingga sulit menemukan penerima sedekah.
- Persaingan membangun gedung-gedung tinggi.
Selain itu, riwayat Imam Muslim menambahkan penguasaan atas wilayah kunci seperti Irak, Syam (Suriah dan sekitarnya), serta Mesir, yang kaya sumber daya dan warisan sejarah.
Tanda-tanda ini semakin nyata di era modern, mengajak kita untuk lebih banyak berdoa dan bersiap menghadapi fitnah akhir zaman.
Dalam menghadapi berita konflik ini, umat Islam diajak untuk memperbanyak doa perlindungan dari fitnah Dajjal, daripada terlarut dalam dugaan yang belum terbukti. Wallahu a'lam bishawab.
