POSKOTA.CO.ID - Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah di Iran. Operasi ini diduga bertujuan untuk mendorong perubahan rezim, yang berpotensi memicu perang berkepanjangan di kawasan tersebut.
Dampaknya segera terasa, dengan laporan serangan balasan yang meledak di Israel, Bahrain, Suriah, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi.
Di tengah kekacauan ini, pernyataan pejabat militer Israel tentang pemanggilan 70.000 personel cadangan terutama dari unit pertahanan udara menjadi sorotan di media sosial.
Banyak warganet yang mengaitkannya dengan hadits tentang kemunculan Dajjal, memicu spekulasi liar. Apakah ada hubungan langsung? Mari kita telusuri melalui lensa hadits dan pandangan ulama.
Baca Juga: Contoh Khutbah Gerhana Bulan 2026, Materi Singkat dan Padat untuk Kultum Ramadhan
Timur Tengah Kembali Membara

Wilayah Timur Tengah saat ini seperti bara api yang menyala kembali.
Serangan udara gabungan dari Israel dan AS menargetkan situs-situs strategis di Iran, dengan tujuan utama mengganggu stabilitas rezim saat ini.
Para analis militer menyebut operasi ini sebagai langkah berisiko tinggi, yang bisa memperluas konflik ke negara-negara tetangga.
Ledakan balasan yang dilaporkan di berbagai negara Teluk dan Levant menunjukkan eskalasi cepat, memengaruhi stabilitas regional dan ekonomi global, termasuk harga minyak dunia.
Hadits tentang 70 Ribu Pengikut Dajjal: Fakta atau Kebetulan?
Hadits sahih memang menyebutkan angka 70 ribu terkait Dajjal.
