RunSight Wearable AI untuk Disabilitas Visual Buatan Mahasiswa UI Tampil di Ajang SFT Italia

Minggu 01 Mar 2026, 13:49 WIB
Tim Labmino Mahasiswa UI berhasil membuat RunSight, perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI). (Sumber: Humas UI)

Tim Labmino Mahasiswa UI berhasil membuat RunSight, perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI). (Sumber: Humas UI)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Empat mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI berhasil menciptakan RunSight, perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman.

Inovasi tersebut dipresentasikan dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) dan mengantarkan Indonesia meraih predikat Global Ambassador pada kegiatan seremonial yang berlangsung di Milan, Italia, pada 8–10 Februari 2026.

Dikembangkan oleh Tim Labmino Fasilkom UI

RunSight dikembangkan oleh Tim Labmino, yang terdiri dari Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, dan Ariq Maulana Malik Ibrahim.

Perangkat ini dirancang khusus untuk membantu penyandang gangguan penglihatan dalam mengenali jalur lari serta menghindari rintangan secara real time.

Baca Juga: Viral Demo Mabes Polri, UI Bongkar Fakta Pria Berjaket Almamater Universitas Indonesia

Ide RunSight berangkat dari pengalaman pribadi salah satu teman tim yang gemar berolahraga, namun mengalami katarak sehingga kesulitan melihat garis lintasan di trek lari.

Setelah dilakukan validasi, tim menemukan bahwa permasalahan serupa juga dialami oleh banyak penyandang disabilitas visual lainnya, sehingga mendorong pengembangan solusi berbasis teknologi AI.

Teknologi AI Real Time dan Desain Inklusif

RunSight memanfaatkan sensor dan sistem pemrosesan AI untuk membaca kondisi lingkungan sekitar pengguna secara langsung.

Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi panduan yang membantu pengguna tetap berada di jalur aman saat berlari.

Baca Juga: Kampus Favorit di Depok: Universitas Indonesia hingga PTS Berkualitas, Mana yang Cocok untuk Anda?

Dalam proses pengembangannya, Tim Labmino tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan, efisiensi energi, serta potensi biaya produksi agar perangkat ini dapat diakses secara lebih luas.


Berita Terkait


News Update