“Kami ingin memastikan perangkat ini tidak hanya canggih, tetapi juga ringan dan hemat daya.
Tujuan utamanya adalah membuka akses olahraga yang lebih inklusif bagi teman-teman disabilitas visual,” ujar Anthony Edbert Feriyanto dalam keterangan resmi, Minggu, 1 Maret 2026.
Perjalanan Panjang di Samsung Solve for Tomorrow
Anthony menjelaskan bahwa perjalanan Tim Labmino di Samsung Solve for Tomorrow dimulai sejak Mei 2025 melalui tahap seleksi nasional dengan pengajuan concept paper.
Baca Juga: Gelar Doktor yang Diperoleh Bahlil Lahadalia Ditangguhkan Universitas Indonesia
Tim kemudian lolos ke tahap semifinal dan final nasional, sebelum melaju ke seleksi South East Asia and Oceania (SEAO) hingga Global Selection pada akhir 2025.
“Proses panjang ini menjadi ruang pembelajaran bagi kami. Tantangannya bukan hanya membuat alat yang berfungsi, tetapi memastikan solusi tersebut relevan, berempati, dan benar-benar bisa diterapkan,” ungkapnya.
Keberhasilan ini menjadikan Indonesia untuk pertama kalinya meraih predikat Global Ambassador, sekaligus menjadi satu dari dua negara di kawasan SEAO yang berhasil mencapai pencapaian tersebut.
Rektor UI, Heri Hermansyah, mengapresiasi prestasi yang diraih Tim Labmino dari Fasilkom UI. Menurutnya, inovasi ini menunjukkan peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata berbasis empati dan kepedulian sosial.
Baca Juga: Diterima di Kampus Universitas Indonesia, Sabrina Satu Kampus Dengan Anak Tirinya
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat. Inilah esensi pendidikan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan UI akan terus mendorong ekosistem inovasi yang kolaboratif dan inklusif agar semakin banyak karya mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami bangga atas keberanian dan konsistensi mereka membawa gagasan dari kampus hingga forum global. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi,” pungkasnya.
