Omzet Warung Kelontong Berkurang sejak Ritel Modern Muncul

Minggu 01 Mar 2026, 19:44 WIB
Antrean pembeli di warung kelontong di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 1 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Antrean pembeli di warung kelontong di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 1 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pedagang warung kelontong di Palmerah, Jakarta Barat, mendapatkan getah dari kehadiran pasar ritel modern sejak beberapa tahun terakhir.

Pri, 32 tahun, pemilik warung kelontong, mengatakan, omzet penjualan berkurang sejak kehadiran ritel modern yang menjual barang lebih murah.

"Omzet lama-lama menurun sampai 30 persen mah ada," kata Pri saat ditemui di lokasi, Minggu, 1 Februari 2026.

Menurutnya, harga makanan produk di minimarket lebih murah daripada warungnya. Sementara itu, Pri mengaku keuntungan dari hasil jualan pun sedikit.

Baca Juga: Pengamat Sebut Warung Kelontong Harus Naik Level, Pemerintah-Swasta Berperan Penting

"Jual Tango (makanan ringan) banting harga dari kita beli aja enggak dapet ya. Kita modal Rp24 ribu lah, dia jualnya Rp20.900," ujarnya.

Ritel modern juga digandrungi masyarakat, karena penawaran promo. Selain harga produk lebih murah, masyarakat pun bisa mendapatkan potongan tambahan.

"Terus juga belum lagi kalau ada promo-promo kan, misalnya beli banyak biasanya kan ada promo. Jadi lumayan ngaruh ke omzet," tuturnya.

Ia meminta pemerintah kembali mengatur persaingan antara warung kelontong dan ritel modern lebih sehat, seperti distribusi produk hingga harga.

Baca Juga: Ancaman Pasar Ritel Modern, Pemprov Jakarta Ambil Langkah Selamatkan Warung Kelontong

"Dibatasi aja produksinya. Terus harga, karena ini yang modern itu dia pengambilan banyak kan dapet harga murah," tutur dia.

Hal senada dismapaikan Wahyu, 43 tahun. Ia mengaku terdampak dengan kehadiran ritel modern.

"Ya pasti berdampak. Konsumen kalau ada yang lebih murah di minimarket pasti lari ke sana. Kecuali kalau barang yang dicari enggak ada di minimarket baru larinya ke sini," pungkasnya.

Wahyu menginginkan pemerintah mengambil langkah menyelesaikan permasalahan tersebut agar warung kelontong tetap bisa bertahan.


Berita Terkait


News Update