JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pedagang warung kelontong di Palmerah, Jakarta Barat, mendapatkan getah dari kehadiran pasar ritel modern sejak beberapa tahun terakhir.
Pri, 32 tahun, pemilik warung kelontong, mengatakan, omzet penjualan berkurang sejak kehadiran ritel modern yang menjual barang lebih murah.
"Omzet lama-lama menurun sampai 30 persen mah ada," kata Pri saat ditemui di lokasi, Minggu, 1 Februari 2026.
Menurutnya, harga makanan produk di minimarket lebih murah daripada warungnya. Sementara itu, Pri mengaku keuntungan dari hasil jualan pun sedikit.
Baca Juga: Pengamat Sebut Warung Kelontong Harus Naik Level, Pemerintah-Swasta Berperan Penting
"Jual Tango (makanan ringan) banting harga dari kita beli aja enggak dapet ya. Kita modal Rp24 ribu lah, dia jualnya Rp20.900," ujarnya.
Ritel modern juga digandrungi masyarakat, karena penawaran promo. Selain harga produk lebih murah, masyarakat pun bisa mendapatkan potongan tambahan.
"Terus juga belum lagi kalau ada promo-promo kan, misalnya beli banyak biasanya kan ada promo. Jadi lumayan ngaruh ke omzet," tuturnya.
Ia meminta pemerintah kembali mengatur persaingan antara warung kelontong dan ritel modern lebih sehat, seperti distribusi produk hingga harga.
Baca Juga: Ancaman Pasar Ritel Modern, Pemprov Jakarta Ambil Langkah Selamatkan Warung Kelontong
"Dibatasi aja produksinya. Terus harga, karena ini yang modern itu dia pengambilan banyak kan dapet harga murah," tutur dia.
