Setiap ayat yang dibaca, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap sujud yang dilakukan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kedekatan tersebut yang pada akhirnya mengangkat derajat seorang hamba di sisi-Nya.
5. Menghidupkan Hati dan Rumah dengan Cahaya Ibadah
Keutamaan terakhir yang sering terlewat adalah dampak spiritualnya terhadap hati dan lingkungan sekitar.
Rumah yang dihidupkan dengan salat dan tilawah tidak akan terasa sunyi secara ruhani.
Rasulullah SAW bahkan mengingatkan agar rumah tidak dijadikan seperti kuburan, yakni tempat yang sepi dari ibadah.
Tarawih yang dilakukan secara berjamaah di masjid maupun bersama keluarga di rumah dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus membangun atmosfer ibadah.
Bagi Hanan Attaki, inilah salah satu makna terdalam Ramadan: menghadirkan cahaya di hati dan dalam kehidupan sehari-hari.
Salat tarawih sejatinya bukan beban, melainkan kesempatan. Kesempatan untuk diampuni, dinaikkan derajatnya, dicatat seperti beribadah semalam penuh, hingga berpeluang dibebaskan dari api neraka.
