POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadhan 2026 selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia. Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri demi meraih rida Allah SWT.
Selama Ramadhan, banyak orang fokus menjalankan puasa di siang hari dan salat tarawih di malam hari. Suasana masjid yang lebih ramai dan semangat berbagi pun semakin terasa di berbagai tempat.
Namun, Ramadhan sejatinya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, atau memperbanyak tarawih di malam hari. Ada sisi lain dari ibadah yang justru sangat menentukan kualitas puasa seseorang.
Buya Yahya, mengingatkan bahwa ada amalan yang jauh lebih dahsyat namun sering diabaikan umat Islam, yakni menjauhi maksiat. Pesan ini beliau sampaikan dalam sebuah kajian yang dikutip Poskota dari channel YouTube pada, 20 Februari 2026.
Baca Juga: Pahala Memberi Makan Orang Berpuasa di Bulan Ramadhan 2026, Ini Dalil dan Keutamaannya
Dua Amalan Penting di Bulan Ramadhan
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menyebutkan bahwa setidaknya ada dua amalan utama di bulan Ramadhan.
- Amalan pertama adalah memperbanyak ibadah seperti puasa, salat tarawih, dan berbagai amal saleh lainnya. Inilah amalan yang paling sering dilakukan dan dibicarakan umat Islam.
- Sementara amalan kedua adalah menjauhi maksiat. Menurut Buya, amalan ini memiliki fadilah yang sangat besar, bahkan lebih dahsyat, namun jarang menjadi fokus pembahasan.
"Amalan di bulan Ramadhan ada dua, pertama melaksanakan ibadah yang isinya banyak ada puasa ada tarawih, ada lagi amalan di bulan Ramadhan yang sangat dahsyat tapi orang jarang membincangkannya yaitu mengurangi maksiat," kata Buya Yahya.
Bahaya Maksiat yang Menghapus Pahala
Buya Yahya menegaskan, seseorang yang mampu mengurangi maksiat selama Ramadhan adalah orang yang sangat beruntung. Sebab, banyak dosa yang menjadi penyebab tertundanya diterima amal seseorang.
Ia juga mengingatkan bahwa maksiat tidak hanya mengurangi nilai ibadah, tetapi bisa sampai menghapus pahala yang telah dikumpulkan. Bahkan, ada maksiat yang membuat puasa seseorang hanya sebatas menahan lapar dan dahaga tanpa mendapatkan ganjaran apa pun.
Orang yang belum mampu meninggalkan maksiat di bulan Ramadhan disebut sebagai orang yang merugi. Pasalnya, ibadah yang dilakukan bisa terancam sia-sia karena tidak dibarengi dengan perbaikan diri.
