“Sejumlah pengamat berpendapat menempatkan program MBG dalam fungsi pendidikan sudah tepat penerima manfaat program dimaksud adalah anak sekolah yang merupakan subjek utama dalam sistem pendidikan nasional. Ini yang sering disebut investasi pendidikan jangka panjang,” urai mas Bro.
“Yang jadi soal bukan program MBG nya, namun anggaran yang besar dikhawatirkan akan memangkas anggaran fungsi pendidikan lainnya,” timpal Heri.
“Tapi menjadi aneh, jika yang mempersoalkan anggaran MGB masuk pos pendidikan, dari mereka yang kadernya duduk di parlemen, ikut menyetujui lahirnya undang-undang APBN,” beber Yudi.
“Tetapi yang namanya kritik itu kan perlu sebagai bentuk evaluasi program?” tanya Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Puasa Politik
“Kritik harus, tetapi harus tepat sasaran juga, memperketat pengawasan dalam penggunaan anggaran agar tidak terjadi kebocoran dan penyimpangan sebagaimana telah diamanatkan undang-undang,” pungkas Yudi.
