Masjid Lautze, Simbol Pembauran Islam dan Tionghoa di Jantung Pecinan Jakarta

Rabu 25 Feb 2026, 18:51 WIB
Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

“Karena ini bukan di kawasan perumahan atau kampung, jamaahnya kebanyakan orang lewat. Jadi kami menyesuaikan dengan jam kerja,” kata Yusma.

Masjid Yang Dikunjungi Pertama Safari Ramadhan

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno pun turut melaksanakan Safari Ramadhan 1447 H perdana di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat tersebut. Rano menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat selama bulan Ramadhan bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memperkuat kohesi sosial. 

“Safari Ramadan dilakukan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, meningkatkan syiar Islam, serta menyerap aspirasi warga secara langsung,” ujar Rano. 

Rano mengaku terkesan dengan karakteristik Masjid Lautze yang memiliki nilai historis dan arsitektur spesifik khas Thionghoa. 

“Jujur, saya merasa sangat terhormat bisa memulai rangkaian agenda di masjid yang begitu ikonik ini. Masjid Lautze memiliki keunikan tersendiri dengan arsitektur khas Tionghoa yang dominan,” ucap Rano.

Rano turut memberikan penghormatan khusus kepada sosok Haji Karim Oei yang namanya diabadikan sebagai nama yayasan pengelola masjid tersebut. Menurut dia, Karim Oei merupakan teladan bagi warga Jakarta dalam hal integritas dan nasionalisme.

“Haji Karim Oei dikenal sebagai sosok three in one. Beliau adalah pebisnis sukses, pejuang nasional yang gigih melawan kolonial, serta tokoh agama yang tawadhu setelah menjadi mualaf. Semangat inklusivitas beliau harus tetap hidup di masjid ini," kata Rano. (cr-4)


Berita Terkait


News Update