Pada rentang waktu ini, tubuh memang sudah berada di fase akhir puasa, namun keuntungannya adalah kebutuhan cairan dapat segera dipenuhi setelah adzan Maghrib.
Olahraga ringan hingga sedang yang dilakukan 30–60 menit sebelum berbuka dinilai lebih aman.
Jika tubuh mulai berkeringat atau terasa haus, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama, karena waktu berbuka sudah dekat.
Selain menjelang berbuka, olahraga juga bisa dilakukan setelah berbuka puasa. Namun, jeda waktu perlu diperhatikan agar tubuh tidak kaget.
Disarankan memberi jarak sekitar 1–2 jam setelah makan agar pencernaan tidak terganggu.
Pada waktu ini, tubuh sudah mendapatkan kembali energi dan cairan, sehingga risiko dehidrasi jauh lebih kecil.
Baca Juga: Agar Puasa Tidak Sia-Sia, Ini 5 Nasihat Penting Buya Yahya di Bulan Ramadhan
Jenis olahraga seperti jalan cepat, latihan kekuatan ringan, atau peregangan bisa menjadi pilihan.
Dokter Zaidul Akbar juga menilai olahraga di pagi hari setelah sahur atau setelah salat Subuh masih diperbolehkan, selama dilakukan dengan intensitas ringan.
Aktivitas seperti jalan santai, stretching, atau gerakan ringan tanpa banyak keringat dinilai aman.
Namun, olahraga berat di pagi atau siang hari sebaiknya dihindari karena tubuh masih harus bertahan tanpa asupan cairan dalam waktu yang panjang.
Berolahraga dengan intensitas tinggi di siang hari saat puasa berisiko menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan energi.
.jpg)