POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadhan 2026 ini menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus menjaga pola hidup sehat. Selama menjalankan puasa, tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk pada kondisi rongga mulut yang sering kali terasa lebih kering dibanding hari biasa.
Salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan saat berpuasa adalah bau mulut atau halitosis. Kondisi ini kerap membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri ketika harus berbicara, bekerja, atau beraktivitas bersama orang lain sepanjang hari.
Meski umum terjadi, bau mulut saat puasa sebenarnya dapat dicegah dengan langkah yang tepat. Persiapan sejak waktu sahur, mulai dari pemilihan makanan hingga kebiasaan menjaga kebersihan mulut, menjadi faktor penting untuk menjaga napas tetap segar hingga waktu berbuka.
Baca Juga: Resep Menu Sahur Praktis dan Lezat, Langsung Jadi Tanpa Lama
Penyebab Bau Mulut Saat Berpuasa
Secara biologis, bau mulut atau halitosis terjadi karena produksi air liur menurun selama puasa. Air liur memiliki fungsi penting sebagai pembersih alami yang membantu mengurangi bakteri di dalam rongga mulut.
Ketika mulut menjadi kering, bakteri anaerob berkembang lebih cepat. Bakteri tersebut memecah protein dan menghasilkan senyawa sulfur yang memicu aroma tidak sedap pada napas. Karena itu, menjaga kelembapan mulut dan kebersihan gigi menjadi kunci utama agar napas tetap segar hingga waktu berbuka.
Penting Menu Sahur untuk Mencegah Bau Mulut
Menu sahur ternyata memiliki pengaruh besar terhadap aroma napas selama berpuasa. Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga kesegaran mulut lebih lama.
Disarankan untuk menghindari makanan dengan kandungan sulfur tinggi seperti bawang putih dan bawang bombay. Aroma dari bahan makanan tersebut tidak hanya tertinggal di mulut, tetapi juga terserap ke dalam aliran darah dan keluar kembali melalui napas.
Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi buah yang mengandung banyak air dan vitamin C, seperti jeruk, apel, dan pir. Kandungan serat pada buah bekerja layaknya pembersih alami yang membantu mengurangi plak, sementara kadar airnya menjaga mulut tetap lembap.
Selain makanan, pola minum juga berperan penting. Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi saat sahur dan berbuka. Hindari minuman berkafein seperti kopi karena bersifat diuretik dan dapat mempercepat kondisi mulut kering.
Baca Juga: Kapan Anak Sebaiknya Mulai Puasa Seharian Penuh? Ini Penjelasan Lengkap Ustadz Khalid Basalamah
