Kenapa Tidur Setelah Sahur Tidak Dianjurkan? Ustadz Fauzi Ichsan Ungkap Alasannya

Selasa 24 Feb 2026, 02:50 WIB
Alasan tidur setelah sahur tidak dianjurkan. (Sumber: Freepik)

Alasan tidur setelah sahur tidak dianjurkan. (Sumber: Freepik)

Waktu setelah sahur hingga terbit matahari merupakan momen yang penuh keberkahan.

Tidur pada waktu tersebut membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan salat sunnah.

3. Berpotensi Mengganggu Sistem Pencernaan


Tidur dalam kondisi perut baru terisi makanan dapat memperlambat proses pencernaan.

Hal ini berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman, perut kembung, hingga gangguan lambung selama berpuasa.

“Setelah makan, tubuh membutuhkan aktivitas ringan agar proses pencernaan berjalan optimal. Tidur justru membuat kerja organ pencernaan menjadi tidak maksimal,” jelasnya.

Baca Juga: Syukur Iwantoro Siapa dan Kerja Apa? ini Jejak Karier Mertua Dwi Sasetyaningtyas yang Jadi Sorotan Ditengah Polemik LPDP

4. Dapat Memicu Kadar Gula Darah Tidak Stabil


Sejumlah pakar kesehatan menyebutkan bahwa langsung tidur setelah makan berpotensi memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk meningkatkan kadar gula darah, terutama jika dilakukan secara berulang.

5. Menurunkan Kualitas Puasa


Tubuh yang tidak beradaptasi dengan baik setelah sahur berisiko merasa lemas, mengantuk, dan kurang fokus di pagi hari.

Kondisi ini dapat berdampak pada produktivitas dan kekhusyukan ibadah selama Ramadhan.

6. Berisiko Melewatkan Salat Subuh Berjamaah


Tidur setelah sahur sering kali membuat seseorang terlelap hingga melewati waktu Subuh. Padahal, salat Subuh berjamaah memiliki keutamaan besar dalam Islam.

7. Tidak Membantu Pola Hidup Disiplin Selama Ramadhan


Kebiasaan tetap terjaga setelah sahur melatih kedisiplinan, manajemen waktu, serta kebiasaan bangun pagi.

Sebaliknya, tidur setelah sahur cenderung membentuk pola hidup malas dan tidak produktif.

8. Mengurangi Kesempatan Meraih Pahala Salat Syuruq


Berita Terkait


News Update