Masjid dua lantai tersebut telah mengalami sejumlah renovasi besar pada 1970-an. Setidaknya hingga saat ini, telah terjadi tiga kali renovasi sejak masa awal berdiri. Saat ini interiornya didominasi warna krem dengan lantai marmer. Terdapat lampu kristal menggantung di bawah kubah, dengan ornamen langit cerah menghiasi bagian dalamnya.
“Ini kita sudah mengalami tiga kali renovasi ya, dari mulai surau, naik ke masjid,” kata Bachrudin.
Masjid dua lantai itu juga pernah dikenal luas karena menjadi ikon adzan di televisi nasional pada tahun 1960-an. Masjid ini juga pernah menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat dari berbagai wilayah sekitar seperti Pondok Aren dan Pamulang.
Baca Juga: Melihat Pameran Artefak Rasulullah dan Sahabat di Pakansari, Terbesar dan Gratis
Bahkan masjid ini juga menjadi ruang dakwah sejumlah ulama besar, salah satunya Buya Hamka yang beberapa kali mengisi pengajian.
Menyambut bulan suci Ramadan 1447 hijriah, DKM Masjid Agung Al-Jihad Ciputat kembali menggelar program berbagi takjil bagi jemaah dan musafir yang singgah.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekitar. Penyediaan makanan berbuka dilakukan secara terjadwal dengan melibatkan partisipasi warga.
“Setiap hari kita buat jadwal, kurang lebih itu ada sekitar 25 sampai 30 orang yang setiap harinya itu mengirim makanan untuk berbuka puasa untuk jemaah dan musafir,” terang Bachrudin.
Selain berbuka bersama, kata Bachrudin, pihaknnya juga menggelar rangkaian ibadah malam selama Ramadan. Hikmah Ramadan dilaksanakan satu kali dalam sepekan, yakni setiap Sabtu malam setelah shalat Isya, kemudian dilanjutkan tarawih dan witir. Melalui berbagai kegiatan tersebut, ia berharap kebersamaan dan semangat berbagi di bulan suci dapat terus terjaga.
"Untuk zakat, kami tidak hanya sekitar masyarakat di masjid sini aja. Jadi banyak warga masyarakat yang dari mana-mana pun juga, mereka terkadang mau pulang kampung membayar zakat di kita juga," ujarnya. (man)
