Sejarah Baru! Indonesia Ditunjuk Sebagai Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza

Jumat 20 Feb 2026, 11:11 WIB
Indonesia ditunjuk sebagai wakil komandan pasukan perdamaian Gaza (Sumber: Instagram/@presidenrepublikindonesia)

Indonesia ditunjuk sebagai wakil komandan pasukan perdamaian Gaza (Sumber: Instagram/@presidenrepublikindonesia)

POSKOTA.CO.ID - Dalam sebuah langkah bersejarah yang menegaskan peran aktif Indonesia di panggung perdamaian dunia, negara ini resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Gaza, Palestina.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, pada pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.

"Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF. Langkah awal ini akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk kemakmuran masa depan dan perdamaian abadi," ujar Jeffers dalam forum tersebut.

Latar Belakang Pembentukan ISF

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung misi ini. (Sumber: Instagram/@presidenrepublikindonesia)

ISF dibentuk sebagai bagian dari upaya internasional menciptakan stabilitas pasca-gencatan senjata di Gaza.

Baca Juga: Link Epstein File PDF Rilis ke Publik, Dokumen dan Foto Ungkap Jaringan Kejahatan Seksual Anak hingga Seret Nama Indonesia

Pasukan ini berfokus pada pengawasan gencatan senjata, menjaga keamanan, serta mendukung operasi kemanusiaan bukan konfrontasi militer.

Anggota ISF melibatkan beberapa negara, termasuk Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania, yang bergabung dalam kerangka Board of Peace.

Mandat utama ISF adalah menstabilkan situasi di lapangan agar pemerintahan sipil dapat berjalan efektif, membuka jalan bagi rekonstruksi dan perdamaian jangka panjang di wilayah Palestina.

Komitmen Kuat dari Presiden Prabowo Subianto

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung misi ini. Indonesia akan mengerahkan hingga 8.000 personel TNI sebagai kontribusi signifikan dalam ISF.

Pasukan yang dikerahkan akan menjalankan tugas non-tempur, meliputi bantuan kemanusiaan, layanan medis, serta dukungan rekonstruksi infrastruktur Gaza yang rusak akibat konflik berkepanjangan.

"Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap mengerahkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan perdamaian ini berhasil," tegas Prabowo dalam pidatonya.

Ia menekankan bahwa bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace merupakan komitmen awal dan konsisten untuk mendukung perdamaian di Gaza, Palestina.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Siapa dan Berapa Harta Kekayaannya? Ini Profil dan Klarifikasi Soal Epstein Files

"Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis," tambah Prabowo.

Peran Strategis Indonesia di Misi Perdamaian Global

Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF mencerminkan kepercayaan internasional terhadap pengalaman TNI dalam misi pemeliharaan perdamaian di berbagai belahan dunia.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia diharapkan memberikan kontribusi unik dalam membangun kepercayaan antarpihak serta memastikan pendekatan yang humanis dan inklusif.

Dengan pengiriman personel dalam 1-2 bulan ke depan, Indonesia turut serta dalam fase krusial stabilisasi Gaza, sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan rencana perdamaian yang lebih luas.

Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kancah global, tetapi juga menegaskan komitmen teguh terhadap perdamaian dunia, khususnya penyelesaian konflik Israel-Palestina secara adil dan berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update