POSKOTA.CO.ID - Kecelakaan tragis menimpa seorang wisatawan asal Indonesia saat berada di Singapura. Seorang anak perempuan berusia enam tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil di kawasan wisata Chinatown, peristiwa yang langsung menyita perhatian publik.
Insiden tersebut terjadi di area yang dikenal ramai pejalan kaki dan wisatawan. Lokasinya berada di South Bridge Road, dekat Buddha Tooth Relic Temple, salah satu destinasi populer yang kerap dipadati pengunjung setiap harinya.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pejalan kaki di kawasan wisata. Otoritas setempat segera melakukan penanganan, sementara kronologi kejadian terus menjadi sorotan masyarakat.
Baca Juga: Bocah WNI Umur 6 Tahun Tewas Usai Ditabrak Mobil di Singapura
Kronologi Kejadian di Lokasi Wisata
Kepolisian Singapura menerima laporan kecelakaan yang melibatkan seorang perempuan berusia 31 tahun dan putrinya yang berusia enam tahun. Keduanya disebut sedang berjalan kaki saat mobil keluar dari area parkir di samping kuil.
Seorang saksi mata yang berada tepat di belakang korban membagikan kronologi melalui media sosial. Ia menggambarkan situasi saat kendaraan tiba-tiba bergerak ke arah korban.
"Saya pejalan kaki pertama di belakang seorang ibu dan anaknya. Pengemudi terlihat hanya menoleh ke kiri saat berbelok ke kanan," ujar saksi tersebut.
Saksi menambahkan mobil diduga melaju mendadak hingga roda belakang kendaraan sempat melindas tubuh sang ibu.
Rekaman foto dan video yang beredar menunjukkan warga sekitar segera memberikan bantuan. Seorang pria terlihat menggendong anak korban, sementara sang ibu terbaring di jalan. Beberapa warga lain berusaha melindungi korban dari panas matahari sembari menunggu ambulans tiba.
Baca Juga: Ini Lokasi untuk Lihat Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Ada Indonesia?
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Setelah kejadian, ibu dan anak tersebut dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar. Namun, luka berat yang dialami sang anak membuat nyawanya tidak tertolong meski telah mendapatkan perawatan intensif. Sang ibu hingga kini masih menjalani penanganan medis.
