POSKOTA.CO.ID - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim ikut terseret, setelah kemunculan namanya dalam rangkaian email terkait kasus Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS).
Rilis dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files tersebut memicu berbagai spekulasi, karena menyeret nama tokoh-tokoh dunia dari berbagai negara dan latar belakang.
Menanggapi isu tersebut, Anwar Ibrahim memilih merespons dengan santai. Klarifikasi itu disampaikan langsung melalui unggahan singkat di akun media sosial pribadinya pada Minggu malam, 1 Februari 2026.
Dalam unggahan itu, Anwar menegaskan, dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan Jeffrey Epstein maupun pihak-pihak yang terlibat dalam korespondensi email tersebut.
Lebih lanjut, Anwar Ibrahim mengaku, baru mengetahui keberadaan email yang mencantumkan namanya sehari sebelumnya.
Ia menuturkan, ada pihak luar yang mencoba mengatur pertemuan dan mencatut namanya dalam komunikasi email yang kini menjadi bagian dari berkas Epstein Files.
"Baru hari ini saya tahu ada pihak luar yang mahu bertemu dan siap 'petik' nama saya dalam emel melibatkan kes Epstein," ungkap Anwar dalam unggahannya di platform media sosial Threads, yang dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.
Dia menyebut, meskipun email tersebut berasal dari korespondensi lama, ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Jeffrey Epstein maupun pihak yang saling berbalas email saat itu.
"Alhamdulillah, dah belasan tahun seperti yang disebut dalam emel, dan saya langsung tiada kaitan dengan mana-mana pihak yang berbalas email tu, terutama Epstein. Ok, saya nak sambung jalan-jalan di Johor Bahru. #DoneExplain," tambah dia.
Baca Juga: Heboh Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Digosipkan Cerai, Asli Atau Hoax?
Isi Email yang Menyebut Nama Anwar Ibrahim
Mengutip laporan FTM, nama Anwar Ibrahim disebut dalam rangkaian email pada tahun 2012 antara Jeffrey Epstein dan seseorang yang identitasnya disamarkan.
