POSKOTA.CO.ID - Pemerintah resmi menetapkan Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk periode 2026–2031.
Penetapan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola serta kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Keputusan pengangkatan ini sendiri tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026.
Dalam beleid tersebut, Presiden tidak hanya menetapkan Direktur Utama, tetapi juga meresmikan susunan baru Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan untuk lima tahun ke depan.
Sebelum penetapan oleh Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah lebih dulu menetapkan jajaran Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.
Penetapan tersebut dilakukan melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi IX DPR RI, kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR.
Proses ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Dalam Pasal 21, disebutkan bahwa anggota Dewan Pengawas diangkat untuk masa jabatan lima tahun dan dapat diusulkan kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya.
Ketentuan serupa juga berlaku bagi jajaran Direksi sebagaimana diatur dalam Pasal 23.
Seiring penunjukan resminya, rekam jejak karier dan laporan harta kekayaan Prihati Pujowaskito pun menjadi bahan sorotan.
Lantas, siapa Prihati Pujowaskito sebenarnya, bagaimana perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi Direktur Utama BPJS Kesehatan, dan berapa total harta kekayaannya?
Berikut ulasan lengkap rekam jejak dan profil kekayaan Dirut BPJS Kesehatan periode 2026–2031 yang baru dilantik tersebut.
Baca Juga: Link Video Chindo Adidas Viral di TikTok, Apa Isinya? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta Terbarunya
Prihati Pujowaskito Siapa?
Prihati Pujowaskito lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 29 Maret 1967. Ia mengawali pengabdian kepada negara melalui jalur militer setelah menamatkan pendidikan Sepa PK TNI pada 1990.
Sejak awal kariernya, Prihati telah menempatkan kompetensi medis sebagai fondasi utama pengabdiannya di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Dirinya, menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 1994.
Kemudian melanjutkan berbagai pendidikan militer kesehatan seperti Sussarcabkes pada 1998 dan Selapakes pada 2007.
Pendidikan magister yang diselesaikannya pada 2016 melengkapi kapasitasnya di bidang manajemen layanan kesehatan.
Nama lengkapnya tercatat sebagai Mayjen TNI dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K)., FIHA., M.M.R.S., dengan spesialisasi jantung dan pembuluh darah.
Karier Prihati Pujowaskito di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat terbilang panjang dan beragam.
Ia pernah menjabat sebagai Gumil Gol VIII Pusdikpassus pada periode 1995–1996, sebuah posisi yang menuntut ketegasan, kedisiplinan, serta kemampuan pembinaan personel.
Setelah itu, dia dipercaya mengisi sejumlah posisi penting di lingkungan Kopassus, antara lain sebagai Pakesyon 41 Grup 4 Kopassus (1997–1998), Pakesyon 42 Grup 4 Kopassus (1999–2000), serta Pakesyon 21 Grup 2 Kopassus (2001–2002).
Kariernya terus menanjak ketika ditugaskan sebagai Perwira Menengah di Direktorat Kesehatan Angkatan Darat dengan spesialisasi jantung.
Pada 2007, Prihati dipercaya menjabat Kasubdepartemen Jantung RS Dustira Kesdam III.
Tiga tahun berselang, ia ditunjuk sebagai Kepala Departemen THT Mata/Kulit RS Dustira Dam III, menandai peran strategisnya dalam manajemen rumah sakit militer.
Puncak karier medisnya terlihat ketika Prihati diangkat sebagai Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto pada 2018.
Rumah sakit rujukan nasional tersebut menjadi salah satu pusat layanan kesehatan utama bagi prajurit TNI dan pejabat negara.
Selain aktif di layanan kesehatan, Prihati juga berkiprah di dunia akademik sebagai dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Jawa Barat.
Pada 2021, dia dimutasi menjadi Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Soebroto, memperluas perannya dalam pengawasan mutu layanan medis.
Lebih lanjut, karier akademiknya semakin menguat ketika ia diangkat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (Unhan) sejak Juni 2023.
Jabatan ini menempatkannya sebagai figur penting dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan di lingkungan pertahanan negara.
Barulah pada 2026, Prihati dipercaya mengemban amanah nasional sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan, menggantikan Ali Ghufron Mukti.
Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI
Berapa Harta Kekayaan Prihati Pujowaskito?
Prihati Pujowaskito tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp7.073.749.029 atau sekitar Rp7 miliar.
Seluruh harta tersebut tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 20 Agustus 2025.
Komponen kekayaan terbesar berasal dari tanah dan bangunan dengan total nilai Rp3,6 miliar.
Lalu, sumber kekayaan terbesar kedua berasal dari kas dan setara kas senilai Rp2.448.749.029 atau sekitar Rp2,4 miliar. Adpun rincian harta kekayaan selengkapnya.
1. Tanah dan Bangunan – Rp3.600.000.000
Tanah dan bangunan seluas 140 m²/140 m² di Kota Cimahi — Rp2.000.000.000
Tanah dan bangunan seluas 135 m²/135 m² di Sukoharjo — Rp700.000.000
Tanah seluas 20.000 m² di Garut — Rp100.000.000
Tanah seluas 10.000 m² di Garut — Rp100.000.000
Tanah seluas 2.500 m² di Garut — Rp100.000.000
Bangunan seluas 36 m² di Kota Cimahi — Rp200.000.000
Bangunan seluas 500 m² di Kota Cimahi — Rp200.000.000
Bangunan seluas 500 m² di Kota Cimahi — Rp200.000.000
2. Alat Transportasi dan Mesin – Rp925.000.000
Mobil Hyundai Ioniq tahun 2022 — Rp700.000.000
Mobil Honda Jazz CVT tahun 2020 — Rp225.000.000
3. Harta Bergerak Lainnya – Rp100.000.000
4. Surat Berharga – Nihil
5. Kas dan Setara Kas – Rp2.448.749.029
6. Harta Lainnya – Nihil
Rekapitulasi Kekayaan
Sub Total Harta: Rp7.073.749.029
Hutang: Nihil
Total Harta Kekayaan Bersih: Rp7.073.749.029
