Kisah Anah Penyandang Disabilitas yang Menjual Tisu di Masjid Istiqlal

Kamis 19 Feb 2026, 19:46 WIB
Potret Anah, 43 tahun, ibu disabilitas di Cengkareng, Jakarta Barat, yang rumahnya direnovasi oleh Satpol PP Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Potret Anah, 43 tahun, ibu disabilitas di Cengkareng, Jakarta Barat, yang rumahnya direnovasi oleh Satpol PP Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID - Seorang ibu penyandang disabilitas bernama Anah, 43 tahun, tampak sumringah karena rumahnya yang sudah reyot di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat mendapat program bedah rumah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

Kepada Poskota, Anah bercerita dirinya yang merupakan ibu penyandang disabilitas mendapat bantuan bedah rumah, bermula dari dirinya yang mengurus KTP ke kelurahan.

"Kemarin ini kan karena saya tuh ke kelurahan, KTP hilang. Mau perbaiki, ya kan. Anak juga enggak sekolah, karena mungkin malu di bully. Akhirnya dibantulah sama lurah itu," kata Anah saat ditemui di rumah kontrakan yang menjadi rumah sementara, Kamis 19 Februari 2026.

Anah saat itu kebetulan datang ke kelurahan bersama anak laki-lakinya bernama Haikal, 10 tahun. Saat itu, ia menyebut lurah sempat bertanya terkait anaknya.

Baca Juga: Damai! Penabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Sepakati Biaya Perbaikan Rp25 Juta

"Nah itu ditanya sama Pak Lurah, 'itu siapa?' Anak saya, Pak. Nah anak saya dibilang, 'Kamu sekolah?' 'Enggak'. 'Kenapa?' 'Saya dibully. Mama saya tukang tisu, orang miskin,' kata dia, 'Pendek'. Nah, akhirnya Pak Lurah ini mungkin enggak tahu ya, akhirnya 'Kamu masih mau sekolah?' 'Masih'," kata Anah menirukan apa yang disampaikan lurah saat itu.

Si anak langsung diberikan bantuan oleh pihak Kelurahan dengan mendapatkan bantuan langsung berupa pendidikan sekolah dasar (SD) di salah satu sekolah Negeri. Saat ini anaknya sudah duduk di kelas 4 SD.

Tak berhenti sampai disitu, wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual tisu di Masjid Istiqlal ini mengatakan, dirinya juga ditawarkan untuk mendapatkan bantuan berupa renovasi rumah.

Saat itu, pihak kelurahan menanyakan alamat rumahnya dan langsung melakukan peninjauan. Setelah ditinjau, atap rumah sudah bolong dan akhirnya memenuhi syarat mendapat program bedah rumah.

Baca Juga: Tidak Berizin, Galian Tanah Perumahan di Sawangan Depok Dihentikan

"Iya, emang kita hidup berdua udah enggak ada suami. Waktu itu kan rumah banjir, bocor, ya kan. Jadi kalau hujan tuh bocor atap. Saya pun ketiban triplek kemarin," ungkap Anah.

Belasan Tahun Jualan Tisu hingga Barang Dagangan Pernah Dibuang

Potret rumah Anah yang mendapat program bedah rumah. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Berita Terkait


News Update