Pesawat Pelita Air Pengangkut BBM Alami Kecelakaan di Kalimantan Utara

Kamis 19 Feb 2026, 15:58 WIB
Pesawat Pelita Air (Sumber: X/@Gerrys)

Pesawat Pelita Air (Sumber: X/@Gerrys)

POSKOTA.CO.ID - Sebuah pesawat pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina yang dioperasikan oleh Pelita Air dilaporkan mengalami kecelakaan udara di wilayah Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, pada Kamis, 19 Februari 2026.

Insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah menempuh rute penerbangan dari Kota Tarakan menuju Long Bawan, daerah pegunungan di Krayan Induk.

Berdasarkan laporan awal, kecelakaan diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Lokasi jatuhnya pesawat teridentifikasi berada di area perbukitan Gunung Pa Betung dan Pa Remayo, kawasan yang dikenal memiliki kondisi geografis cukup ekstrem.

Baca Juga: Satgas Pangan Wanti-Wanti Pedagang Tidak Jual Bahan Pokok Lebih dari Harga Eceran Tertinggi

Informasi Awal dari Warga dan Pejabat Lokal

Melansir dari ayobandung Informasi di lapangan menunjukkan bahwa pesawat jatuh di kawasan Gunung Pa Betung dan Pa Remayo. Lokasi tersebut dikenal memiliki kontur tebing curam dan cuaca yang kerap berubah cepat, sehingga menyulitkan proses pencarian awal.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, membenarkan laporan warga terkait insiden ini. Masyarakat sekitar mengaku melihat kepulan asap dan mendengar suara dentuman dari arah pegunungan. Sejumlah rekaman video warga yang beredar di media sosial turut memperkuat dugaan adanya kecelakaan, meski pihak berwenang sempat belum memberikan konfirmasi resmi pada jam-jam awal.

Sementara itu, pihak Bandara Juwata Tarakan pada awalnya belum dapat mengonfirmasi insiden tersebut. Mereka menyatakan belum menerima laporan resmi dari pilot maupun operator sesaat setelah video dan foto lokasi kejadian beredar luas di media sosial.

Pesawat Diduga Membawa Satu Pilot dan Tanpa Penumpang

Pihak Bandara Bandara Juwata Tarakan awalnya menyampaikan belum menerima laporan resmi saat kabar insiden mulai ramai dibicarakan. Namun, tak lama kemudian, manajemen Pelita Air Service memberikan pernyataan awal mengenai kejadian tersebut.

Corporate Secretary Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, memastikan bahwa pesawat yang jatuh adalah armada carter khusus untuk distribusi BBM Satu Harga.

“Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang, dengan jenis pesawat Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA,” jelas Patria dalam keterangan tertulis.

Patria menambahkan bahwa pesawat baru saja menyelesaikan pengantaran BBM ke Long Bawan sebelum akhirnya dalam perjalanan kembali ke Tarakan.

“Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru menyelesaikan misi distribusi dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata Tarakan,” tambahnya.

Baca Juga: Sahroni Resmi Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III di DPR

Dugaan Upaya Pilot Menyelamatkan Diri

Sumber di lapangan menyebutkan adanya dugaan bahwa pilot sempat berupaya menyelamatkan diri menggunakan parasut. Namun laporan terbaru menyebutkan pilot ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Identitas korban masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak operator penerbangan.

Pihak Basarnas, melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, kini telah mengerahkan tim untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat. Evakuasi dilakukan melalui jalur darat dan udara mengingat medan pegunungan yang menyulitkan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan Basarnas, kepolisian, dan aparat kecamatan masih melakukan evakuasi serta pengumpulan bukti awal. Cuaca berkabut dan medan terjal menjadi kendala utama dalam proses pencarian.


Berita Terkait


News Update