Libur Imlek Dua Hari Dongkrak Ekonomi, KADIN: Perputaran Uang Tembus Rp9 Triliun 

Selasa 17 Feb 2026, 16:51 WIB
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang. (Sumber: Istimewa)

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menilai kebijakan pemerintah yang menetapkan libur Imlek selama dua hari menjadi momentum penting dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Libur panjang tidak hanya dimanfaatkan untuk perayaan, tetapi juga untuk perjalanan wisata dan aktivitas konsumsi masyarakat. 

“Kebijakan pemerintah yang menetapkan libur Imlek selama dua hari menjadi momentum bagi warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan masyarakat luas untuk bepergian, menikmati kuliner, mengunjungi destinasi wisata serta ziarah menjelang Ramadan,” ujar Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang kepada Poskota, Selasa, 17 Februari 2025. 

Menurut Sarman, lonjakan pergerakan masyarakat selama libur Imlek berdampak langsung pada berbagai sektor usaha. Di sektor transportasi udara, jumlah penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 1.744.820 orang dengan tujuan kota-kota besar.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Turun Hari Ini, 17 Februari di Saat Imlek 2026: Galeri24 dan UBS Dibawah Rp3 Juta Per Gram

Sementara itu, penumpang kereta api di Pulau Jawa mendekati satu juta orang, dan kereta cepat Whoosh mengalami kenaikan sekitar 25 persen menjadi 25 ribu penumpang. 

Tidak hanya itu, menurut Sarman, data Jasa Marga memperkirakan sebanyak 1,6 juta kendaraan melintas selama periode libur, dengan sekitar 831 ribu kendaraan keluar dari Jabodetabek.

Jika rata-rata satu kendaraan diisi empat orang, maka pergerakan manusia diperkirakan mencapai 6,4 juta orang. 

“Sektor pariwisata dan turunannya seperti pusat kuliner, ritel, logistik, travel, hingga penjualan buah dan pernak-pernik Imlek diperkirakan mengalami kenaikan permintaan hingga 30 persen,” jelas Sarman. 

Baca Juga: Petugas Gabungan Beri Penjagaan di Kawasan Vihara Dharma Bakti pada Perayaan Imlek 2026

Karena itu, Sarman memperkirakan total potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 dapat menembus lebih dari Rp9 triliun. Perhitungan tersebut berasal dari belanja keluarga, perjalanan wisata, tiket transportasi, hingga transaksi ritel. 

“Potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan mencapai lebih kurang Rp9,06 triliun,” ungkap Sarman. 

Lebih lanjut, Sarman menilai momentum Imlek akan menjadi pendorong konsumsi rumah tangga yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026.

Terlebih, setelah Imlek akan disusul bulan Ramadhan dan Idulfitri yang selama ini dikenal sebagai periode dengan perputaran uang terbesar di Indonesia. 

“Target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5 persen optimistis bisa tercapai karena setelah Imlek langsung berlanjut Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak konsumsi masyarakat,” beber Sarman.


Berita Terkait


News Update