“Potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan mencapai lebih kurang Rp9,06 triliun,” ungkap Sarman.
Lebih lanjut, Sarman menilai momentum Imlek akan menjadi pendorong konsumsi rumah tangga yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026.
Terlebih, setelah Imlek akan disusul bulan Ramadhan dan Idulfitri yang selama ini dikenal sebagai periode dengan perputaran uang terbesar di Indonesia.
“Target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5 persen optimistis bisa tercapai karena setelah Imlek langsung berlanjut Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak konsumsi masyarakat,” beber Sarman.
