DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Masyarakat etnis keturunan Thionghoa yang ada di Jalan H Bona (Kampung Pembauran) RT 05 RW 08, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo berbaur dengan warga pribumi ikut merayakan Tahun Baru Imlek 2026.
Kampung Pembauran terlihat berbeda, hiasan pernak-pernik khas Tahun Baru Imlek terpasang di lingkungan ini. Seperti gapura yang dihias cantik serba merah, jalan dipasang lampion, serta pemasangan pernak kuda api.
Terlihat kemeriahan antara masyarakat yang merayakan Imlek turut berbaur dengan warga pribumi, sehingga toleransi sangat terasa di sini. Meski berbeda etnis, suku, dan agama, namun warga tetap bisa rukun dan harmonis.
Sesepuh masyarakat Tionghoa di Kampung Pembauran, Koh Tio Ngkay alias Herman, 75 tahun mengatakan, kegiatan perayaan Imlek 2026 lebih bermakna jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Imlek 2026: Masyarakat Tionghoa Sampaikan Doa Rejeki Lancar dan Kondisi Bangsa Lebih Baik
"Perayaan Imlek tahun ini shio Kuda Api, maknanya kedepannya lebih baik dan segala apapun dapat terlaksana, berkah, selamat, dan memudahkan rejeki," ujar Koh Tio Ngkay kepada Poskota di kediamannya, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menambahkan, untuk memeriahkan perayaan Imlek tahun ini dari urungan warga membuat panggung hiburan atau cokek.

"Panggung cokek sebagai silahturahmi diadakan hasil dari urungan warga di luar etnis Thionghoa juga. Sehingga dari masyarakat Thionghoa sama warga pribumi sudah berbaur sehinga tidak ada perbedaan," ungkapnya.
Sebagai bapak 6 orang anak dan 9 cucu, generasi ke 4 dari Kincu ini berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan tetap rukun.
Baca Juga: Diduga Patok Parkir Sampai Rp100 Ribu, Delapan Jukir di Tanah Abang Diringkus Polisi
"Sejak 5 tahun silam dari Pemkot Depok karena guyub dan terjaga silahturahmi dari berbagai etnis, suku, dan agama, dikukuhkan sebagai Kampung Pembauran," ucap dia.
