Salah satu warga di lokasi, Hana, 28 tahun mengatakan, pencurian plat besi penopang jalan tol tidak ada lagi karena para pelaku sudah ditangkap.
"Kalau sekarang kondisinya udah enggak ada, kalau sekarang ya. Kalau dulu memang tahun lalu memang banyak, tapi kan udah pada ditangkap," kata Hana kepada Poskota di lokasi.
Ibu rumah tangga ini mengungkapkan, sebelum pelaku tertangkap, hampir setiap hari ada oknum lebih dari dua orang mencuri plat besi penopang jalan tol tersebut. Aksi pelaku biasanya dilakukan pada malam atau dini hari saat situasi dalam kondisi sepi.
"Kalau beraksi malam, kadang subuh, tapi emggak setiap hari juga. Ya pokoknya kalau ada suara berisik, ya itu biasanya mereka lagi pada beraksi," ucap dia.
Baca Juga: Gegara Bocor Gas, Toko Laundry di Bogor Ludes Terbakar
Hana mengaku, aksi pencurian plat besi penopang jalan itu sangat meresahkan karena warga khawatir sewaktu-waktu jalan tol bisa ambruk.
"Khawatirnya kan takut ambruk, soalnya besi itu kan buat nopang jalan tol ini," kata Hana sambil menunjul jalan tol.
Sementara itu, warga lainnya, Boye, 20 tahun mengatakan oara oknum pencuri plat besi tersebut ada juga dari warga luar. Biasanya para oknum melakukan pencurian dengan membawa peralatan.
"Ya bawa-bawa alat kalau mau nyuri besi, kadang ada tiga orang. Mereka bawa kendaraan sih (motor)," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang didapatkan warga, para oknum bisa menjual satu plat besi tersebut hingga Rp1 juta bahkan lebih.
Boye mengungkapkan, warga penah memergoki oknum yang sedang melakukan aksinya, namun pelaku malah mengancam warga ketika ditegur.
"Ya mereka malah ngancam gitu lah, akhirnya warga lama-lama takut juga kan," ujarnya. (pan)
